Dinas Lingkungan Hidup Desak PLN Jelaskan Proyek Gardu Induk ke Warga

Kuntadi ยท Jumat, 09 November 2018 - 01:10 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Desak PLN Jelaskan Proyek Gardu Induk ke Warga

PLN berencana membangun gardu induk di Dukuh Bulak, Kulonprogo. (Foto: SINDOnews)

KULONPROGO, iNews.id – Dinas Lingkungan Hidup Kulonprogo meminta PT PLN untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan gardu induk di Dukuh Bulak, Desa Tuksono Kecamatan Sentolo, Kulonprogo. Sebab dalam klarifikasi UKL/UPL, warga sekitar lokasi justru tidak tahu informasi pembangunan.

“Warga di sana (Dukuh Bulak) belum mendapat sosialisasi, kitab minta PLN sosialisasi kepada warga di Pedukuhan situ,” kata Arif Prastowo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulonprogo, Kamis (8/11/2018).

Selama ini sosialisasi baru diberikan kepada para pemilik lahan, dan perangkat desa. Akibatnya ketika dalam pemeriksaan dokumen, warga di sekitar lokasi justru bingung dan tidak tahu dengan informasi terkait pembangunan. “Mestinya sosialisasi itu dulu di awal. Karena itu, tidak ada kaitan dengan proses perizinan,” katanya.

Menurut Arif, PLN juga harus menjelaskan detail terkait proses pembangunan gardu induk. Termasuk kemungkinan adanya debu dan dampak dari proses pembangunan, potensi kerusakan jalan, ataupun tersendatnya arus lalu lintas di depan SD Asem Cilik.

“Jelaskan juga kemungkinan radiasi seperti apa dan solusi mengatasi dampak yang muncul. Jangan sampai kegiatan di sana justru merugikan masyarakat. Namun semua kepentingan harus diakomodir. Sekarang PLN harus sosialisasi dulu, baru nanti lanjut pemeriksaan (UKL/UPL) lagi,” beber Arif.

BACA JUGA: PLN: Konsumsi Listrik Nasional Masih Rendah

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT0 Agung Kurniawan mengatakan, pengadaan lahan untuk kepentingan umum harus tunduk pada UU 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum. Tahapannya harus ada identifikasi, sosialiasi dan juga penaksiran harga yang melibatkan tim appraisal independen. “Sekarang prosesnya dalam perizinan UKL/UPL dan ditindaklanjuti sosialisasi kepada warga sekitar,” katanya.

Dia mengakui, warga di Bulak, Tuksono sempat mengajukan keberatan kepada bupati terkait teknis karena belum ada sosialisasi kepada warga. “Sosialisasi wajib dilakukan dan masyarakat harus diberikan edukasi,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki