Disdikpora Pastikan Siswa SMP yang Ancam Guru dengan Parang Tak Akan Dikeluarkan

Kuntadi ยท Rabu, 11 September 2019 - 17:56 WIB
Disdikpora Pastikan Siswa SMP yang Ancam Guru dengan Parang Tak Akan Dikeluarkan

Siswa SMP 5 Ngawen, Gunungkidul membawa parang ke sekolah setelah hanphone-nya disita guru. (Foto: istimewa)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul memanggil kepala SMP 5 Ngawen, pascaaksi siswa di sekolah itu membawa parang untuk mencari guru yang mengambil hanphone-nya viral di media sekolah.

Pemanggilan dilakukan untuk klarifikasi dan langkah penanganan siswa tersebut. “Ini baru saja kita panggil kepala sekolah untuk klarifikasi,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (11/9/2019).

Dia mengatakan, dalam klarifikasi itu, instansinya lebih banyak meminta pihak sekolah untuk lebih mendidik dan membina siswanya. Menurut dia, kenakalan pada anak-anak merupakan hal wajar dalam dunia pendidikan.

Karena itu, kata dia, peran guru dan tenaga kependidikan diperlukan untuk membimbing dan membina para siswa. Sehingga potensi kenakalan yang ada bisa diminimalisasi. “Kami minta sekolah lebih banyak membina siswa," katanya.

BACA JUGA: Viral, Video Siswa SMP di Gunungkidul Cari Gurunya sambil Menenteng Parang

Pelajar yang diketahui membawa parang ke sekolah ini pun tidak akan dikeluarkan dari sekolah. Jika memang penyebab awal hanya seputar masalah handphone harus bisa dikomunikasikan dengan para siswa.

Dia menegaskan, larangan penggunaan handphone saat proses belajar mengajar di kelas, sudah dituangkan dalam tata tertib sekolah. “Kalau jam pelajaran memang siswa dilarang bermain HP (handphone),” ucapnya.

Diketahui, Video seorang siswa SMP di Kabupaten Gunungkidul, DIY, yang mendatangi sekolah sambil menenteng senjata tajam sejenis parang, viral di media sosial. Pelaku tampak mencari guru yang telah menyita telepon seluler (ponselnya). Akhirnya, ponsel yang itu dikembalikan oleh guru dengan cara dilempar.

Video berdurasi 29 detik ini mulai beredar di media sosial sejak Rabu pagi (11/9/2019). Video yang diambil dari dalam ruang guru ini dengan cepat beredar luas di masyarakat dan langsung viral di media sosial.


Editor : Kastolani Marzuki