Dosen Fakultas Teknik UGM Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Sindonews, Priyo Setyawan ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 20:54 WIB
Dosen Fakultas Teknik UGM Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Dosen Fakultas Teknik UGM Yogyakarta ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. (Foto: ilustrasi)

YOGYAKARTA, iNews.id - Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Budi Setianto (55) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan tali tambang di teras rumahnya Kampung Nyutran, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Kamis (15/8/2019).

Kejadian itu pertama kali diketahui Yuli Setyanti (47) pada pukul 11.00 WIB, usai dirinya pulang belanja sayur di daerah Wijilan. Yuli pergi berbelanja ke pasar itu pada pukul 09.00 WIB.

Kasus tersebut saat ini ditangani Polresta Yogyakarta. “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo.

Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan Budi Setianto merupakan dosen Teknik Elektro FT UGM. Namun, dia belum bisa memberikan keterangan secara detail tentang peristiwa itu.

“Untuk up date perkembangan nanti akan diinfokan. Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.

BACA JUGA: Anak Mantan Sekda Kota Palopo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun Merica

Di waktu hampir bersamaan, UGM juga kembali kehilangan guru besarnya, Profesor Nopirin. Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, sekitar pukul 10.15 WIB, akibat sakit yang dideritanya.

Almarhum Nopirin ini mengawali karier sebagai dosen di UGM tahun 1969. Tahun 1990-1991 menjadi ketua Jurusan IESP FE UGM, pada 1988-1991 Pembantu Dekan I FE UGM. 

Kemudian selama dua periode, 1994-1997 dan 1997-2001 menjadi Dekan FE UGM. Prof Nopirin akan dimakamkan di pemakaman UGM Sawitsari, Depok, Sleman, Jumat (16/8/2019).

Dekan FEB UGM, Eko Suwardi mengatakan, Profesor Nopirin merupakan sosok dosen yang penuh semangat dan selalu memberikan motivasi bagi para juniornya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) berduka karena kehilangan satu guru besar dan seorang dosennya.


Editor : Kastolani Marzuki