Dukung Penguatan KPK, Rektor UGM: Kami Prihatin Keadaan di KPK

Kuntadi ยท Selasa, 10 September 2019 - 17:22 WIB
Dukung Penguatan KPK, Rektor UGM: Kami Prihatin Keadaan di KPK

Rektor UGM Yogyakarta, Panut Mulyono saat mengisi talkshaw di Graha Sabha UGM. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono mengaku prihatin dengan wacana revisi Undang-Undang KPK yang diinisiasi DPR.

Saat ini kondisi bangsa ini belum sehat dan praktik korupsi masih ada. Semestinya lembaga ini perannya diperkuat, bukan malah dilemahkan.

“UGM selalu mendukung usaha penguatan KPK. Kami prihatin dengan keadaan di KPK,” kata Panut saat membuka talkshow bertajuk Era UGM di Mahkamah Konstitusi, di Gedung Graha Sabha Pramana UGM, Selasa (10/9/2019).

Dia menjelaskan, saat ini, wacana DPR untuk merevisi UU KPK, justru menjadi polemik di masyarakat. Belakangan juga muncul penolakan dari internal KPK yang meihat revisi ini akan melemahkan KPK dari tugas dan wewenangnya memberantas korupsi di Indonesia.   

Menurut Panut, negara bisa kuat dan maju, bila seluruh pejabat negara dan aparatur negara bebas dari perilaku korupsi. Mereka dalam bekerja harus senantiasa menjalankan amanat konsitusi

Namun bila masih marak praktik korupsi, mustahil negara akan cepat mencapai kemajuannya. “Kita ingin independensi KPK tetap terjaga,” ucapnya.

BACA JUGA: Galang Tanda Tangan, UII Surati Presiden dan DPR Tolak Revisi UU KPK

Talkshow ini diselenggrakan atas kerja sama UGM dengan MK, KPK, dan MPR. Narasumber dalam talkshow ini, Guru Besar Hukum Pidana UGM Eddy OS Hiarej, Praktisi Hukum Heru Widodo, dengan Moderator Muhammad Fatahilah Akbar.

Eddy OS Hiarej mengatakan dirinya pernah menjadi saksi ahli dalam sidang sengketa pilpres. Dalam memberikan keterangan hukum, selalu seobjektif mungkin sesuai dengan teori dan pengetahuan hukum yang dimilikinya.

“Alumni mampu memberikan kontribusi dalam memudahkan jalannya proses peradilan yang bermartabat dan menghasilkan penyelesaian hukum yang bisa diterima semua pihak,” katanya. 


Praktisi hukum, Heru Widodo mengaku tidak begitu merasakan ada perseteruan sengit antaralumni, namun murni mengedepankan sisi profesionalisme masing-masing sebagai praktisi dalam menyampaikan pandangan hukum. “Murni dari sisi profesionalitas, namun saat dipersidangan baru sadar kita sesama alumni dari bulaksumur,” ucapnya. 


Editor : Kastolani Marzuki