Dukung Warga Boyolali, Massa Gelar Aksi Aku Tampang Gunungkidul

Sindonews, Suharjono · Kamis, 08 November 2018 - 20:22 WIB
Dukung Warga Boyolali, Massa Gelar Aksi Aku Tampang Gunungkidul

Warga menggelar aksi Aku Tampang Gunungkidul mengkritik pernyataan capres Prabowo soal Tampang Boyolali. (Foto: SINDOnews/Suharjono)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Aksi protes warga Boyolali, Jawa Tengah yang kecewa atas pernyataan capres Prabowo Subiyanto mengenai “Tampang Boyolali” mendapat dukungan dari warga Gunungkidul, DIY.

Puluhan pemuda di daerah itu menggelar aksi “Aku Tampang Gunungkidul” sebagai bentuk kritikan dan protes atas ucapan capres nomor urut 02.

Aksi yang digelar di Alun-Alun Gunungkidul itu dilakukan dengan teaterikal. Beberapa orang mengecat tubuh mereka dengan berbagai warna yang menggambarkan keberagaman. Massa juga membentangkan spanduk panjang bertuliskan “Aku Tampang Gunungkidul” dan berbagai poster bernada kecaman.

Koordinator aksi, Ervan Bambang Darmanto mengatakan, aksi damai itu bertujuan untuk menyadarkan pentingnya menghargai masyarakat Indonesia yang memiliki sosial ekonomi dan latar belakang berbeda-beda, baik suku agama dan budaya. 

Menurut dia, ucapan Prabowo di Boyolali disadari atau tidak bisa memicu konflik SARA. Hal itu sangat membahayakan bagi keutuhan bangsa dan negara. "Isu SARA sangat gencar terjadi. Apalagi rasisme seperti penghinaan terhadap martabat masyarakat seperti di Boyolali, makanya kami dengan bangga menyebut diri kami, Aku Tampang Gunungkidul," katanya, Kamis (8/11/2018).

BACA JUGA:

Merasa Dilecehkan, Bupati: Warga Boyolali Sepakat Tak Pilih Prabowo

Jubir TKN Jokowi: Candaan Prabowo soal 'Tampang Boyolali' Rasial

Ervan mengatakan, aksi turun ke jalan tersebut juga untuk memberi dukungan kepada warga Boyolali. Jangan sampai calon presiden yang semestinya memberikan contoh justru mengembuskan isu-isu penghinaan terhadap warga di suatu daerah untuk kepentingan politik tertentu.

"Indonesia harus memgakui Bhineka Tunggal Ika, menghormati perbedaan sebagai kekayaan dan bukan justru melakukan penghinaan kedaerahan," ujar mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta ini.

Ervan mengklaim aksi ini murni dari hati nurani rakyat dan tidak ada kepentingan-kepentingan politik tertentu. “Ini keprihatinan kami atas upaya penghinaan terhadap warga," ucap Guntur Susilo, peserta aksi lainnya.


Editor : Kastolani Marzuki