Eksekusi Lahan di Sentolo Kulonprogo, Petugas Gabungan Siagakan Armada Damkar

Kuntadi ยท Senin, 30 September 2019 - 13:11 WIB
Eksekusi Lahan di Sentolo Kulonprogo, Petugas Gabungan Siagakan Armada Damkar

Suasana saat pembacaan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta yang menjadi dasar pelaksanaan eksekusi lahan di Sentolo. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

KULONPROGO, iNews.id – Sejumlah petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP aparat Pengadilan Negeri (PN) Wates menggelar eksekusi atas tanah yang menjadi obyek sengketa hukum di Dukuh Siwalan, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, DIY, Senin (30/9/2019). Dalam persiapannya, satu unit armada pemadam kebakaran (damkar) disiagakan di lokasi.

Pantauan iNews.id, eksekusi berjalan tanpa kehadiran pihak tergugat. Sejumlah petugas Satpol PP Kulonprogo tampak bersiaga, dengan didukung petugas gabungan TNI dan Polri.

“Hari ini kami melaksanakan perintah pengosongan lahan dan rumah. Tetapi ternyata rumah sudah dikosongkan,” ujar Panitera PN Wates Rudi Bismana saat membacakan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta, Senin (30/9/2019).

BACA JUGA: Jual Beli Tanah Fiktif di Sleman, Ibu Bersama Anak dan Menantunya Jadi Tersangka

Termohon awalnya menolak keputusan pengadilan untuk mengosongkan rumah dan lahannya. Namun sejak dua hari terakhir, mereka memilih memindahkan barang-barang dan mengontrak rumah yang masih berlokasi di wilayah Sentolo.

Rudi menjelaskan, dasar perkara eksekusi ini merupakan persoalan jual beli tanah. Setelah proses pembayaran hingga balik nama, termohon yakni Suwanti dan Muslih tidak bersedia pindah. Hingga akhirnya pembeli lahan mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan dan ditindaklanjuti.

“Ini sudah berkekuatan hukum tetap sehingga harus dikosongkan,” katanya.  

Meski tanpa kehadiran para termohon, eksekusi tetap berjalan. Prosesnya disaksikan kepala desa setempat dan camat.  

Penggugat Yosafat Supriyatno melalui kuasa hukumnya M Ulinnuha mengatakan, eksekusi ini atas sebidang tanah di Siwalan, Sentolo, dengan luasan mencapai 1.775 meter persegi. Sebelumnya dalam gugatan dimenangkan Suwanti. Namun Yosafat mengajukan banding di Pengadilan Tinggi dan memenangkannya.

Kepala Desa Sentolo, Teguh mengaku tidak begitu paham dengan ikhwal jual beli tanah tersebut. Selama ini sepengetahuannya tanah tersebut merupakan milik Suwanti. Namun Suwanti berutang kepada Panggung Widodo, tetangganya hingga mencapai ratusan juta dengan jaminan tanah tersebut.

Belakangan tanah ini bersertifikat atas nama Yosafat Supriyanto (saudara dari Panggung). Hingga akhirnya terjadi proses gugatan perdata di pengadilan.

“Katanya awalnya masalah utang piutang, tetapi bagaiman sampai balik nama kami tidak pernah tahu. Desa juga tidak mendapatkan tembusan atas jual beli,” kata Teguh.


Editor : Donald Karouw