Embung Nglanggeran di Gunungkidul Kering, Kunjungan Wisatawan Menurun Drastis

Kuntadi ยท Jumat, 11 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Embung Nglanggeran di Gunungkidul Kering, Kunjungan Wisatawan Menurun Drastis

Objek wisata Embung Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul tampak kering dan sepi pengunjung. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Objek wisata Embung Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, sepi dikunjungi wisatawan. Selama musim kemarau, debit airnya terus menurun bahkan kini sudah mengering.

Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Triyono mengatakan, dalam dua bulan terakhir air semakin menipis. Padahal air di embung tersebut dipakai untuk menyirami pohon durian yang dikembangkan di kawasan ini.

"Tahun lalu juga seperti ini, tetapi tahun ini lebih parah," kata Aris kepada wartawan di objek wisata Embung Nglanggeran, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Jumat (10/10/2019).

BACA JUGA: Tak Terdampak Kerusuhan, Objek Wisata dan Budaya di Wamena Aman Dikunjungi Wisatawan

Dia berharap, musim penghujan segera tiba. Selain untuk menghidupi lagi ratusan pohon pohon durian dan kelengkeng di lokasi tersebut, juga untuk menarik wisatawan datang ke Embung Nglanggeran.

Embung yang mengering ini, kata dia, berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Sebelumnya setiap pekan mencapai belasan ribu orang yang datang. Namun selama musim kemarau, hanya dua ribu orang saja.

"Mudah-mudahan embung segera penuh terisi kalau ada hujan. Karena biasanya yang ke sini setiap pekan bisa mencapai 10.000 - 15.000 orang. Sekarang bisa 2.000 saja sudah bagus," ujar dia.

BACA JUGA: Gara-Gara Berinovasi, Puskesmas Sempu di Banyuwangi Malah Jadi Destinasi Wisata

Objek wisata di sini memang menjadi salah satu andalan di Gunungkidul. Pemandangan gunung api purba yang menjulang tinggi tampak dari kejauhan. Pengunjung juga bisa menikmati hawa sejuk di wilayah tersebut.

Selain itu, ada wisata pengolahan biji kakao bagi mereka yang ingin mengetahui proses pembuatan cokelat. Ditambah perkebunan durian serta kelengkeng yang membuat wisatawan betah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal