Gerebek Pedagang Miras Ilegal di Sleman, Polisi Tangkap 2 Tersangka

Kuntadi ยท Senin, 05 Agustus 2019 - 22:01 WIB
Gerebek Pedagang Miras Ilegal di Sleman, Polisi Tangkap 2 Tersangka

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini saat konferensi persn penggerebekan miras ilegal di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta menggerebek sejumlah tempat penjualan minuman keras (miras) ilegal di wilayah Depok, Sleman.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sebanyak 2.690 botol miras berbagai merek lokal dan luar negeri. Polisi juga menangkap dua pedagang miras sebagai tersangka. “Kita amankan dua tersangka dengan barang bukti 2.690 botol miras,” kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, terbongkarnya kasus miras ilegal ini bermula dari kecurigaan petugas Sabhara yang melakukan patrol pada Sabtu (3/8/2019) malam.  

Saat melintas di wilayah Umbulharjo petugas mencurigai AS yang gerak geriknya mencurigakan. Dari penggeledahan terhadap AS petugas menemukan sebbotol miras jenis Whisky.  

AS kemudian dibawa ke Mapoltabes Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan inilah mengarah kepada keterlibatan AEH yang merupakan pedagang miras di Depok, Sleman. Setelah cukup bukti, petugas akhirnya menggerebek sebuah rumah toko (ruko). Hasilnya diamankan 2.690 botol miras.  

Menurut Armaini, kedua tersangka dijerat dengan Perda DIY No 12 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, serta pelarangan minuman oplosaan dalam Perda No.7 Tahun 1953 tentang Izin Menjual Minuman Beralkohol. 

Selain itu, Pasal 204 ayat 1 KUHP tentang Penjualan dan Peredaran Minuman Beralkohol dengan ancaman 15 tahun penjara. “Untuk peran AS kami dalami lebih lanjut, lantaran dia sebagai pembeli,” ujarnya.

BACA JUGA: Home Industry Miras Ginseng Oplosan di Jakarta Timur Digerebek Polisi

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, peredaran miras merupakan permasalahan kompleks. Untuk mengatasinya butuh koordinasi bersama dari masyarakat dan pemerintah.

Baik dengan Pemkot Yogyakarta, polresta dan juga dengan pengadilan dan kejaksaan, serta masyarakat. “Masyarakat silahkan melapor kalau ada peredaran miras di wilayahnya,” kata Haryadi.


Editor : Kastolani Marzuki