GKR Hemas Pastikan Yogya Aman dan Ajak Pendatang Hargai Perbedaan

Kuntadi ยท Minggu, 07 Oktober 2018 - 18:21 WIB
GKR Hemas Pastikan Yogya Aman dan Ajak Pendatang Hargai Perbedaan

Permaisuri Raja Keraton Yogyakarta GKR Hemas. (Foto: Dok.iNews.id)

KULONPROGO, iNews.id – Permaisuri Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Ratu Hemas (GKR) Hemas memastikan Yogyakarta merupakan kota yang aman dan nyaman.

Hemas juga menampik isu adanya kekerasan yang mengarah pada sekelompok warga tertentu. Perbedaan harus dihargai dengan tidak melupakan untuk melakukan adaptasi dengan kehidupan di Yogyakarta. “Yogyakarta aman-aman saja kok,” ujar GKR Hemas, di sela-sela Gebyar Sewu Canting dan pembukaan Joglo Nitik Canting di sentra industri batik Gulurejo, Lendah, Kulonprogo, DIY, Sabtu (6/10/2018).

GKR Hemas justru mempertanyakan tudingan Yogyakarta tidak aman sepeti yang disampaikan mahasiswa asal Papua saat menggelar aksi di Gedung Kepatihan, beberapa hari lalu. “Selama ini Yogyakarta dikenal aman, nyaman dan tidak pernah ada masalah. Justru orang-orang itu yang meributkan permasalahan ini. Kalau dikatakan tidak nyaman itu dari mana,” kata Hemas.

Anggota DPD ini melihat masyarakat Yogyakarta sangat majemuk. Di Yogyakarta, juga banyak pendatang yang tinggal dan menetap. Sebagian besar dari mereka adalah para mahasiswa yang menuntut ilmu di berbagai kampus di Yogyakarta.

Karena itu, Hemas mengajak para pendatang untuk bisa menghargai adanya perbedaaan. Apa yang mereka milikii di daerahnya harus bisa disesuaikan dengan kehidupan masyarakat yang ada di Yogyakarta. “Jangan sampai apa yang ada di daerahnya dipaksakan berlaku sama dengan kehidupan di daerah asalnya. Marilah kita hargai perbedaan inui,” tuturnya.

BACA JUGA:

Kerap Dapat Teror, Mahasiswa Papua Sebut Yogya Sudah Tidak Nyaman

Mahasiswa Papua di Yogya Kerap Dapat Kekerasan, Begini Sikap Sultan

Hemas menandaskan semua pendatang harus bisa melakukan adaptasi dan masyarakat Yogyakarta tidak pernah menolak kehidupan dari warga lain. “Perlu ada adaptasi. Yang penting masyarakat Jogja tidak menolak kehidupan dari warga yang lain,” tandas GKR Hemas.

Pekan lalu puluhan Mahasasiswa Papua melakukan aksi di Kantior Gubernur dan mengatakan Yogyakarta tidak aman bagi mahasiswa Papua. Alasannya banyak kasus kekerasan yang menimpa mereka.

 


Editor : Kastolani Marzuki