Gunung Merapi 30 Kali Muntahkan Lava Pijar, Warga Diminta Waspada

Gunanto Farhan ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 18:52 WIB
Gunung Merapi 30 Kali Muntahkan Lava Pijar, Warga Diminta Waspada

Gunung Merapi memuntahkan 30 kali guguran lava pijar sepanjang Senin malam hingga Selasa (12/2/2019) pagi. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id - Aktivitas vulkanis Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah terus meningkat. Sepanjang Senin (11/2/2019) malam hingga Selasa (12/2/2019) pagi, gunung teraktif di Indonesia itu mengeluarkan 30 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur terjauh 700 meter.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Sunarta mengatakan, guguran lava pijar sebanyak 30 kali itu tercatat mulai Senin petang pukul18.00 WIB hingga Selasa pukul 06.00 WIB dengan durasi antara 10 hingga 84 detik mengarah ke Kali Gendol.

“Dari 30 kali guguran lava pijar itu, delapan di antaranya teramati lewat CCTV dengan jarak luncur maksimal 700 meter,” kata Sunarta, Selasa (12/2/2019).

Menurut Sunarta, jarak luncur lava pijar itu masih dalam kategori aman karena berada dalam radius yang direkomendasikan BPPTKG yakni, 3 kilometer dari puncak.

BACA JUGA:

Merapi 10 Kali Luncurkan Awan Panas, BPPTKG: Waspadai Lahar Dingin

Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas dan Asap Tebal

Meski demikian, kata dia, warga diimbau tetap waspada dengan kemungkinan terjadinya luncuran lava pijar dan awan panas guguran yang mulai panjang termasuk mewaspadai banjir lahar dingin dan hujan abu vulkanik.

“Warga di hulu Kali Gendol diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan kemungkinan terjadinya luncuran lava pijar dan awan panas guguran,” katanya.

Sunarta menambahkan, meski aktivitas guguran lava pijar meningkat hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di level dua atau Waspada. Warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III diimbau waspada bahaya hujan abu dan banjir lahar dingin jika terjadi hujan lebat.

“Rekomendasi masih sama yakni, radius 3 km dari puncak harus kosong dari segala aktivitas. Dikarenakan intensitas hujan di puncak masih tinggi, sehingga harus waspadai ancaman lahar,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki