Gunung Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava Sejauh 1.300 Meter

Priyo Setyawan ยท Sabtu, 09 Februari 2019 - 14:56 WIB
Gunung Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava Sejauh 1.300 Meter

Pantauan Gunung Merapi dari kejauhan yang tertutup awan dan kabut. (Foto: Twitter/BPPTKG)

SLEMAN, iNews.id – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi yang ada di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) terus menunjukkan peningkatan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, pada Sabtu (9/2/2019) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terjadi 15 kali guguran lava dengan durasi 16-130 detik. Di mana empat kali guguran di antaranya ke arah Sungai Gendol dengan jarak luncur 400 m sampai 1.300 meter.

Visual Gunung Merapi tidak tampak karena tertutup awan dan kabut. Sementara statusnya masih level II (waspada). Guguran terakhir tercatat terjadi pukul 04.34 WIB ke arah Sungai Gendol dengan jarak luncur 1.300 meter berdurasi 130.24 detik.

Atas kondisi ini, BPPTKG tetap merekomendasikan agar radius 3 kilometer (km) dari puncak Merapi dikosongkan dari aktivitas warga dan pendakian. Selain itu, warga yang berada di aliran sungai Gendol untuk meningkatkan kewaspadaannya, terutama bahaya lahar, apalagi saat terjadi hujan di puncak Merapi.

BACA JUGA: Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas dan Asap Tebal

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman juga meminta masyarakat yang ada di lereng Merapi, baik di kawasan rawan bencana (KRB) III atau yang berada di atas 3 km untuk meningkatkan kewaspadaan.

Seksi Pengungsi dan Logistik BPBD Sleman Dwi Haryanto mengatakan peningkatkan kewaspadaan ini penting. Sebab dengan meningkatkan aktvitas gunung Merapi tersebut, tentunya akan ada perubahan rekomendasi. Meskipun untuk mengeluarkan rekomendasi baru tentu memerlukan berbagai pertimbangan. Baik yang menyangkut dengan dampak sosial dan perekonomian.

"Karena itu untuk mengeluarkan rekomendasi harus dikaji dengan matang," kata Dwi.

Menurutnya, dengan peningkatkan kewaspadaan ini, jika terjadi perubahan rekomendasi masyarakat sudah siap dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan.  Namun yang jelas warga tetap diminta tenang dan mengikuti perkembangan dan informasi Merapi dari instansi yang berwenang.

"Sampai saat ini kami belum menerima informasi perkembangan terbaru. Jika ada perkembagan segera akan kami informasikan," ujarnya.


Editor : Donald Karouw