Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,4 Km, BPPTKG: Masih Normal

Gunanto Farhan ยท Rabu, 30 Januari 2019 - 20:51 WIB
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,4 Km, BPPTKG: Masih Normal

Petugas BPPTKG Yogyakarta memantau aktivitas Gunung Merapi yang sempat mengeluarkan awan panas sejauh 1,4 km. (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir terus meningkat. Untuk pertama kalinya pascameletus hebat pada 2010, gunung teraktif di Asia Tenggara itu mengeluarkan awan panas.

Luncuran awan panas yang kerap disebut wedus gembel itu terjadi di puncak gunung dengan jarak luncur mencapai 1.400 meter. Meski demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan intensitas dari awan panas guguran tersebut masih kecil.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan, guguran awan panas yang meluncur dari puncak Gunung Merapi pada Selasa (29/1/2019) pukul 20.17 WIB terpantau sejauh 1.400 meter dan mengarah ke hulu Kali Gendol.

Menurut Hanik, luncuran awan panas tersebut terjadi akibat adanya dorongan atau keluarnya magma dari dalam gunung yang dibarengi dengan adanya lava pijar termasuk gas. “Awan panas ini muncul karena ada suplai magma dari dalam gunung tersebut,” katanya, Rabu (30/1/2019).

BACA JUGA: Rekaman Video Detik-Detik Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar

Meski meluncurkan awan panas, kata dia, BPPTKG belum menaikkan status Gunung Merapi.  “Status masih tetap, apalagi luncuran awan panas masih kecil. Peristiwa tersebut juga tidak menimbulkan ancaman terhadap penduduk, karena masih berada di dalam jarak 3 kilometer dari puncak gunung,” katanya.

Terkait peristiwa itu, BPPTKG mengimbau masyarakat khususnya yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta selalu mengikuti informasi aktivitas Gunung Merapi.


Editor : Kastolani Marzuki