H-9 Lebaran, Penukaran Uang Baru di DIY Capai Rp3,8 Triliun

Kuntadi · Kamis, 07 Juni 2018 - 19:05 WIB
H-9 Lebaran, Penukaran Uang Baru di DIY Capai Rp3,8 Triliun

Ilustrasi uang. (Foto: dok.sindonews)

YOGYAKARTA,iNews.id – Minat masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan uang pecahan baru menjelang Lebaran tahun ini cukup tinggi. Hingga Rabu (6/6/2018), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Yogyakarta mencatat telah mengeluarkan uang baru dengan nilai mencapai Rp3,8 triliun.

Kepala KPBI Yogyakarta, Budi Hanoto mengatakan, Bank Indonesia menyiapkan uang pecahan baru sekitar Rp7,8 triliun. Jumlah itu berdasarkan realiasi penukaran di 2017 yang mencapai Rp5,5 triliun. Melihat realiasasi yang sudah ada, sangat dimungkinkan akan mengalami peningkatan tahun ini.

Menurutnya, tren penukaran uang baru tidak hanya terjadi di DIY, namun hampir di semua kota besar di Indonesia. Sebagian besar uang yang ditukarkan merupakan uang dengan pecahan kecil di bawah Rp50.000. Mulai dari pecahan Rp20.000, Rp10.000 hingga Rp5.000 dan Rp2.000. “Saat Lebaran masyarakat kerap membagikan uang baru kepada anak-anak,” kata Budi, Kamis (7/6/2018).

Bank Indonesia sengaja tidak membuka loket di kantornya, namun mereka menggandeng sejumlah perbankan yang ada di Yogyakarta. Khususnya yang memiliki mobil layanan kas keliling. Setidaknya ada 60 titik yang dipakai untuk lokasi penukaran. “Kami menjangkau daerah pinggiran dengan jadwal yang sudah terjadwal,” ujarnya.

Budi Hanoto meminta warga agar menghindari penukaran uang baru di pinggir jalan karena tidak ada jaminan keaslian terhadap uang. Selain itu juga rawan kesalahan perhitungan lembaran uang. “Kalau pinggir jalan siapa yang menjamin, kalau itu palsu atau kesalahan menghitung,” kata dia.

Bank Indonesia juga telah meminta kepada kalangan perbankan untuk menyetok uang di mesin ATM. Sebab Yogyakarta merupakan salah satu kota yang memiliki kepadatan lalu lintas sangat tinggi. Sehingga semua mesin ATM harus terisi dengan stok yang cukup dan terpantau secara berkala. “Jangan sampai selama lebaran banyak mesin ATM yang tidak memiliki saldo,” ujarnya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi