Hadiri 1 Abad Muallimin, Jokowi: Perbedaan Itu Sunatullah

Kuntadi ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 02:13 WIB
Hadiri 1 Abad Muallimin, Jokowi: Perbedaan Itu Sunatullah

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Milad 1 Abad Muallimin-Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia khususnya para santri Muallimin dan Muallimat Muhammadiyah untuk tetap menghargai perbedaan.

Menurut Jokowi, Indonesia merupakan bangsa besar dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta orang yang tersebar di 34 provinsi. Belum lagi jumlah suku bangsa, bahasa daerah yang berbeda-beda. Namun perbedaan itu jangan sampai menimbulkan perpecahan. Masyarakat harus memahami perbedaan adalah anugerah, sunatullah yang harus dijaga.

"Aset terbesar bangsa adalah persatuan. Mari jaga kerukunan. Jangan sampai perbedaan pilihan bupati gubernur ataupun presiden menjadi permusuhan," kata Presiden saat menghadiri resepsi Milad 1 Abad Muallimin-Muallimat Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).

Presiden juga mengajak santri untuk menghargai perbedaan terutama dalam masalah politik yang harus terus dikedepankan. Apalagi, demokrasi di Indonesia pada 2019 berjalan cukup padat. Mulai dari pemilihan presiden, kepala daerah hingga dukuh.

Menurut Jokowi, perbedaan pilihan politik itu tidak apa-apa dalam sebuah demokrasi. “Namun ukhuwah Islamiyah dan kerukunan harus dijaga,” tandasnya.

BACA JUGA:

Hadiri Milad 1 Abad Muallimin-Muallimat, Jokowi Bicara Infrastruktur

Buya Syafii Maarif: Hentikan Pandangan Jokowi Tak Perhatian ke Islam

Presiden mengapresiasi kiprah Madrasah Muallimin dan Muallimat yang telah berusia seabad yang telah melahirkan banyak tokoh dan berkonstribusi besar pada umat, bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, dari Muallimin dan Muallimat telah banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional di negara ini. Seperti Buya Syafii Maarif ataupun KH AR Fahrudin yang cukup melegenda di kalangan Muhammadiyah.

Melalui peringatan milad satu abad ini diharapkan bisa menjadi tonggak peradaban baru generasi Muhammadiyah yang berkemajuan. "Insya Allah Muallimin dan Muallimat akan menjadi pilar bangsa ini," ucapnya.

Dalam acara milad ini selain dihadiri Presiden Jokowi, juga ada Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendikbud Muhadjir Effendy dan beberapa direktur BUMN. Sejumlah perusahaan BUMN juga siap untuk andil dalam pembangunan kampus tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki