Hadiri Rakornas Ormas Raja Tikam, Mendagri Ingatkan 4 Tantangan Bangsa

Kuntadi ยท Minggu, 02 Desember 2018 - 17:57 WIB
Hadiri Rakornas Ormas Raja Tikam, Mendagri Ingatkan 4 Tantangan Bangsa

Mendagri Tjahjo Kumolo pose bersama kader dan pengurus Ormas Raja Tikam di Yogyakarta. (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta kepada semua kader Organisasi Masyarakat (Ormas) Raja Sejatining Inti Kemanungsan (Raja Tikam) untuk mewaspadai bahaya radikalisme dan racun demokrasi.

Menurut Tjahjo, setiap tahapan pemilu yang bisa merusak peradaban demokrasi yakni, politik uang dan politisasi SARA sebagai racun demokrasi harus jadi perhatian bersama.

“Hindari kampanye negatif berupa ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya saat menghadiri penutupan Rakornas PP Ormas Raja Tikam di Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri, di Yogyakarta, Sabtu (1/12/2018).

Acara tersebut dihadiri 200 peserta yang didominasi anak-anak muda. Mereka terhimpun dalam Ormas Rasa Sejatining Inti Kamanungsan (Raja Tikam). Rakornas ini dilaksanakan sebagai salah satu bagian dalam rangka komunikasi sosial kemasyarakatan dan pembahasan isu-isu strategis bidang keormasan.

Menurut Tjahjo, Ormas Raja Tikam juga harus berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang aman dan damai di tahun politik ini.

“Sekarang Indonesia sedang dalam proses konsolidasi demokrasi. Pilkada serentak telah usai, sekarang kita dihadapkan pada gelaran Pemilu Serentak 2019. Perlu diperhatikan tingkat partisipasi politik, sosialisasikan kepada lingkungan kita terdekat. Untuk pilihan silakan sesuai dengan hati nurani masing-masing," paparnya.

BACA JUGA:

Demo Minta Merdeka, Mahasiswa Papua Nyaris Bentrok dengan Ormas

Gus Yaqut Ingatkan Kader Ansor dan Banser Bahaya Radikalisme Agama

Menurut Tjahjo, Ormas Raja Tikam harus menjadi organisasi kader bukan mengarah pada organisasi massa. "Organisasi ini diharapkan bisa mengorganisir di antara para anggotanya, lingkungannya dan masyarakat. Organisasi ini di dalamnya diisi oleh para mahasiswa yang dituntut lebih peka terhadap dinamika sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Tjahjo juga memberikan motivasi penting kepada para anggota Raja Tikam arti penting dari berorganisasi. "Berorganisasi itu harus ikhlas, harus punya impian, gagasan, ide-ide, program dan konsepsi untuk diaktualisasikan," ucapnya.

Tjahjo kemudian mengingatkan kepada Ormas Raja Tikam untuk selalui mewaspadai empat hal tantangan bangsa yang terjadi di masyarakat.

Pertama, cermati bahaya radikalisme dan terorisnya. Setiap organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat wajib mencermati gelagat potensi berkembangnya radikalisme dan ancaman terorisme.

Kedua, bahaya narkoba. Sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk selalu mengingatkan dampak negatif narkoba, minimal di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat pada umumnya.

Ketiga, korupsi sebagai tantangan kita dalam pembangunan pusat dan daerah. Keempat, masalah kesenjangan dan ketimpangan sosial.





Editor : Kastolani Marzuki