Harga Bawang Merah Anjlok di Masa Panen, Ini Jurus yang Disiapkan Pemkab Bantul

Kuntadi ยท Sabtu, 14 September 2019 - 03:03 WIB
Harga Bawang Merah Anjlok di Masa Panen, Ini Jurus yang Disiapkan Pemkab Bantul

Harga bawang merah yang merosot di masa panen saat ini jadi perhatian Pemkab Bantul. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Harga bawang merah yang sedang panen anjlok di Kabupaten Bantul, DIY. Kondisi ini membuat petani sulit bangkit karena harga di pasaran hanya Rp5.000 per kilogram, jauh di bawah nilai break event point (BEP) produksi sebesar Rp8.000. Untuk membantu petani, salah satu langkah yang siapkan Pemkab Bantul yakni dengan menyiapkan pasar bawang dadakan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Perikanan dan Keluatan Bantul Bambang Pin Erwanta mengatakan, pemerintah tidak memiliki kewenangan dalam menjaga stabilitas harga bawang merah. Saat panen raya seperti ini, harganya memang terpuruk. Kendati demikian, pemkab tetap mengupayakan agar harga bawang bisa naik dan petani tidak merugi.

Salah satunya dengan skema penjualan bawang merah menyasar para ASN di lingkungan Pemkab Bantul. Rencananya, program ini akan berkoordinasi dengan asosiasi petani bawang merah untuk menjual dengan mematok harga Rp10.000 hingga Rp 13.000 per kilogram.

“Rencananya akan dilaksanakan di dua tempat pada Senin pekan mendatang (16/9). Lokasinya di Kompeks Pemkab Bantul dan Kantor Dinas Pertanian dan Pangan,” katanya.

Menurutnya, pemkab hanya memiliki kewenangan dalam memfasilitasi, tidak ada regulasi yang bisa membantu secara langsung. Di mana melalui mekanisme ini, diharapkan petani bisa tertolong dan tidak merugi.

Selain itu, Pemkab Bantul juga akan berkomunikasi dengan Bulog agar bisa membeli harga bawang merah petani dengan harga minimal BEP. Saat ini kondisi harga di pasaran tidak sebanding dengan harga yang ada di kalangan petani.

“Fenomena harga bawang ini sifatnya sporadik. Begitu masa panen selesai harga akan naik kembali,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw