Harga Jatuh, Ratusan Hektare Lahan Cabai di Kulonprogo Dibiarkan Mati

Kuntadi ยท Senin, 11 Februari 2019 - 16:42 WIB
Harga Jatuh, Ratusan Hektare Lahan Cabai di Kulonprogo Dibiarkan Mati

Petani cabai di Kulonprogo sengaja membiarkan tanaman cabainya mati mengering akibat harga panen anjlok. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Ratusan hektare (ha) lahan cabai merah di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibiarkan mati mengering akibat anjloknya harga panen di tingkat petani.

Total ada 200 ha tanaman cabai yang dibiarkan mati mengering dan tidak sedikit petani yang memilih mematikan tanamannya dengan cara menyemprotkan obat antigulma.

Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Desa Bugel, Panjatan, Kulonprogo, Sukarman mengatakan, harga cabai di tingkat petani saat ini merosot hanya Rp5.000 per kg. Harga tersebut, kata dia, sangat rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Menurut Sukarman, anjloknya harga cabai itu sudah terjadi sejak awal Januari dan terus bertahan hingga awal Februari. Karena itu, pasar lelang cabai ditutup petani lantaran harganya tak kunjung membaik. “Sejak saat itu harga terus turun dan petani sudah tidak ada yang mau memetik (cabai),” kata Sukarman, Senin (11/2/2019). 

Sukarman menuturkan, tanaman cabai yang dibiarkan mati itu ditanam pada Oktober 2018 lalu. Pada panenan perdana pertengahan Desember lalu, petani menikmati harga cabai yang mencapai Rp13.000 per kg. “Sekarang, harga cabai jauh dari yang diharapkan,” ucapnya.

BACA JUGA:

Panen Melimpah, Harga Cabai Merah Anjlok Jadi Rp13.000 per Kg

Harga Anjlok, Petani di Demak Ramai-Ramai Buang Cabai di Jalan

Menyikapi anjloknya harga cabai, kata dia, para petani memilih tidak merawat tanaman cabai mereka meskipun produksinya melimpah. Sebab, upah petik sudah tidak sebanding dengan hasil penjualan. Sehingga tanaman cabai dibiarkan layu. “Tidak sedikit petani yang mencabut tanaman dan menyemprotkan dengan obat antigulma,” katanya. 

Sukarman mengatakan, tanaman cabai yang dibiarkan mati itu sudah memasuki masa petik 12 kali. Para petani di pesisir Kulonprogo ini bisa memetik cabai hingga 20 kali selama lima bulan. “Setiap hari kalau dipetik sebenarnya masih bisa sampai 6 ton tetapi sudah tidak ada yang mau mengurus,” bebernya.

Dia menduga, murahnya harga cabai tidak lepas dari melimpahnya stok cabai di pasaran, apalagi banyak daerah di Indonesia mulai panen cabai. Di sisi lain, pemerintah juga melakukan kebijakan dengan melakukan impor cabai kering dari India dan China yang jumlahnya mencapai 30.700 ton.


Editor : Kastolani Marzuki