Harga Tiket Pesawat Berdampak ke Pariwisata, Menpar: Harusnya Bertahap

Kuntadi ยท Jumat, 15 Februari 2019 - 15:35 WIB
Harga Tiket Pesawat Berdampak ke Pariwisata, Menpar: Harusnya Bertahap

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam seminar Legenda Borobudur di Royal Ambbarukmo Yogyakarta. (Foto: iNews/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Kebijakan sejumlah maskapai yang sempat menaikkan harga tiket mengancam sektor pariwisata. Presiden Joko Widodo merespons cepat hingga harga tiket kini bisa kembali disesuaikan. Salah satunya Maskapai Garuda Indonesia Group yang telah menurunkan harga hingga 20%.

“Tiket pesawat itu dampaknya besar bagi pariwisata,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, di sela Acara Seminar Legenda Candi Borobudur, di Royal Ambarrukmo Yogykarta, Jumat (15/2/2019).

Dia menjelaskan, harga tiket memiliki porsi 30 hingga 40% untuk ongkos wisata. Jadi ketika ada kenaikan, harus dilakukan secara bertahap dan tidak mendadak.

“Iya secara bertahap. Kenaikan bagasi juga baru dilakukan satu maskapai,” kata Menpar.

BACA JUGA: Menpar : NYIA Beroperasi, Wisatawan ke Yogyakarta Harus Naik

Menurutnya, kenaikan harga tiket akan langsung berpengaruh terhadap okupansi hotel. Bahkan ikut andil untuk menurunkan hingga setengahnya. Contohnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pascagempa, tingkat okupansi hotel hingga 30%. Dan setelah harga tiket naik, turun kemlagi sampai 50%.

“Alhamdulilah, Pak Presiden cepat turun tangan. Bahkan rumor adanya larangan rapat di hotel juga sudah dicabut,” ucapnya.

Menurut Menpar, salah satu penyebab maskapai menaikkan harga tiket karena mahalnya biasa bahan bakar (avtur). Kondisi ini semakin sulit dikendalikan karena ditengarai ada semacam monopoli. Presiden juga sudah meminta agar harga avtur diturunkan sesuai kondisi pasar.


Editor : Donald Karouw