Heboh Cuitan Andi Arief soal Truk Huruf Asing, Ini Respons KPU

Kuntadi ยท Senin, 11 Maret 2019 - 18:06 WIB
Heboh Cuitan Andi Arief soal Truk Huruf Asing, Ini Respons KPU

Seorang pria mengangkut kardus dibawah penjagaan dua anggota polisi dari truk trailer bertuliskan huruf asing. (Foto: istimewa)

KULONPROGO, iNews.id – Cuitan politisi Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat geger jagat maya setelah mengunggah foto truk bertuliskan huruf asing di media sosial dengan stiker KPU.

Ada dua foto yang diunggah dalam cuitan Andi Arief. Foto pertama seorang ibu berjilbab bersama anggota polisi pose di depan truk trailer yang bertuliskan huruf asing sambil menunjuk logo KPU bertuliskan “Dokumen Negara”.

Sedangkan foto kedua, truk bertuliskan huruf asing berawarna oranye tampak empat orang pria sedang menurunkan dan membawa kardus. Sedangkan seorang wanita berjilbab hitam memotret dengan ponsel. Sementara seorang anggota polisi tampak mengawal distribusi kardus.


“Ini sudah dilaporkan ke KPU melalui seorang wartawan. KPU meminta membantu mencari data tentang ini, kapan dan dimana. Tugas KPU dan kita semua mencari kebenaran,” tulis Andi Arief dalam cuitannya di akun resminya @AndiArief_, Senin (11/3/2019).

Belakangan diketahui, dua foto yang di-upload Andi Arif ternyata diambil saat proses pengiriman surat suara ke Gudang KPU Kulonprogo pada Jumat (8/3/2019) lalu.

Menanggapi cuitan tersebut, Ketua KPU Kulonprogo Ibah Mutiah ketika dikonfirmasi permasalahan tersebut membantah jika surat suara tersebut palsu dan kabar itu hoaks. “Truk itu dari jasa ekspedisi yang disediakan percetakan, kita tidak tahu,” kata Ibah Mutiah, Senin (11/3/2019).

BACA JUGA: Datangi Bareskrim, KPU Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara Tercoblos

Menurutnya, pengiriman surat suara ini dilakukan oleh PT Temprina Media Grafika yang ada di Solo sebagai percetakan yang ditunjuk KPU. Pengiriman menggunakan truk yang di bagian kontainernya terdapat tulisan berbahasa Kanji yang kemudian viral.

Ibah memastikan, pengiriman surat suara untuk DPR dapil DIY di KPU Kulonprogo terjaga kerahasiaanya. Percetakan mengirim setelah ada petugas dari polisi yang melakukan pengawalan. Bahkan dalam kontainer itupun juga disegel dengan logo KPU untuk memastikan keamanan.


Begitu juga proses pembukaan segel saat tiba di gudang KPU juga disaksikan oleh KPU, Bawaslu, Polri/TNI, dan sejumlah tokoh masyarakat.  “Penyediaan sarana transportasi itu kewenangan penyedia, kita hanya menerima,” katanya.

Saat pengiriman, kata Ibah, tidak ada pihak yang menyadari atas tulisan itu. Mereka hanya tahu itu tulisan asing seperti huruf Jepang yang tidak ada tulisan. Semua beranggapan itu karena truk built up, sehingga banyak tulisan dari luar. “Kita tidak sempat tanyakan, kita sadar setelah ini viral,” katanya.

Meski begitu KPU tidak mempermasalahkan hal itu. Karena esensi dari pengiriman adalah surat suara terkirimkan dengan jumlah lengkap dan tersegel dengan pengawalan kepolisian. Surat suara itu juga masih disimpan di gudang KPU dengan pengamanan super ketat dari aparat kepolisian. “Kalau ada kabar itu surat suara palsu kita pastikan hoaks,” katanya.   

KPU Kulonprogo juga sudah memberikan klarifikasi kepada KPU DIY terkait permasalahan hal itu. Semuanya juga bisa memahami kondisi yang ada sebenarnya. Apalagi surat suara masih tersegel dan belum ada yang terbuka. 

 


Editor : Kastolani Marzuki