Hendak Jual Ponsel, Warga Magelang Malah Disekap Calon Pembeli 3 Hari

Kuntadi, Gunanto Farhan ยท Selasa, 30 April 2019 - 11:02 WIB
Hendak Jual Ponsel, Warga Magelang Malah Disekap Calon Pembeli 3 Hari

Ilustrasi penyekapan. (Foto: IST)

SLEMAN, iNews.id – Petugas Reskrim Polsek Ngaglik, Sleman, DIY, menangkap warga Gunungkidul, CN alias Yoyok (32), karena diduga melakukan penyekapan dan pencurian. Modusnya, pelaku mencampur daun kecubung dalam makanan dan minuman untuk diberikan kepada korban Sa yang hendak menjual telepon seluler (ponsel) kepada pelaku.

Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi mengatakan, korban Sa merupakan warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Dia biasanya menjual ponsel melalui media sosial. Dari situlah dia berkenalan dengan pelaku yang mengaku hendak membeli.

“Pelaku saat itu menggunakan identitas palsu,” kata Kapolsek, Senin (30/4/2019).

Setelah berkenalan dan berkomunikasi lewat media sosial, keudanya sepakat untuk bertemu di rumah kontrakan pelaku di Jalan Kaliurang. Saat bertemu, pelaku lalu memberikan mi instan dan teh kepada korban yang ternyata sudah dicampur dengan daun kecubung, tanaman hias dengan daun dan buah yang bisa memabukkan. Akibatnya, korban menjadi linglung dan tidak sadarkan diri.

BACA JUGA:

Cinta Ditolak, Pria di Makassar Sekap Gadis asal Jawa 2 Malam

5 Remaja Sekap dan Siksa Temannya Gara-gara Sepeda Motor Hilang

Mendapati korban dalam kondisi linglung dan tidak sadarkan diri, pelaku langsung menyekap korban dan mencuri ponselnya. Pelaku meninggalkan korban di kamarnya dengan kondisi tangan terikat dan mulut ditutup.

Pelaku kemudian menjual ponsel milik korban. Selama tiga hari disekap, korban diberikan minuman yang sudah bercampur kecubung sehingga terus tidak sadarkan diri dan linglung. Sementara sepeda motor korban ditinggal di tepi jalan.

“Mereka itu janjian bertemu untuk transaksi. Tetapi diberikan makanan dan minuman yang dicampur kecubung,” kata Kapolsek.

Usai disekaps elama tiga hari, korban akhirnya diantarkan ke rumahnya di wilayah Magelang. Pelaku membuat alibi palsu dan mengatakan korban ditemukan di sekitar ringroad depan Hartono Mall dalam kondisi mabuk.

Setelah korban sadar, dia menceritakan kejadian yang dialami kepada keluarganya. Mereka akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi. Berbekal dari laporan korban, polisi langsung menangkap tersangka bersama barang bukti sisa kecubung, dua buah ponsel, dan motor milik korban.

“Kami menjerat pelaku dengan pasal 333 KUHP tentang perampaasan hak kemerdekaan jo 364 KUHP tentang curas dengan ancaman 8 tahun penjara,” katanya.

Sementara tersangka mengakui sudah dua kali melakukan aksi ini. Uang hasil kejahatan dipakai untuk makan dan minum. Sebagian dipakai untuk menyewa mobil. 


Editor : Maria Christina