Hujan Deras di Kulonprogo akibatkan Longsor di 4 Titik

Kuntadi, Antara ยท Minggu, 24 Maret 2019 - 23:10 WIB
Hujan Deras di Kulonprogo akibatkan Longsor di 4 Titik

Longsor kembali melanda Kabupaten Kulonprogo setelah diguyur hujan deras. (Foto: Dok.iNews.id)

KULONPROGO, iNews.id – Bencana longsor kembali melanda Kabupaten Kulonprogo, DIY, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sepanjang Sabtu (23/3/2019). Dari data BPBD, tercatat ada empat titik longsor yang mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

Longsor terparah salah satunya memutus aksen jalan menuju objek wisata Puncak Suroloyo di Kecamatan Samigaluh. Jalur tersebut tertutup material longsoran di Tanjung, Banjaroya, Minggu (24/3/2019).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Suhardiyana mengatakan, longsor di Tanjung Banjaroya disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah ini pada Sabtu (23/3/2019).

“Saat ini kami masih melakukan penilaian di lokasi longsor, namun berdasarkan laporan petugas di lapangan ruas jalan Banjaroya-Suloyo tertutup material sehingga tidak bisa dilewati," kata Suhardiyana.

BACA JUGA: Longsor Kulonprogo, Satu Tewas Dua Terluka

Menurut Suhardiyana, material jalan Banjaroya-Suloyo tidak bisa dibersihkan karena harus menggunakan alat berat dan wilayah disekitarnya harus diobservasi potensi longsor susulan. "Rencananya, Senin (25/3), kami akan menerjunkan alat berat untuk membersihkan longsoran material," katanya.

Selain itu, ada empat kejadian yang juga disebabkan hujan lebat pada Jumat-Sabtu (22-3/3/2019), yakni jalan provinsi di Puyang, Purworajo (Samigaluh) tertutup material longsor, jalan kabupaten di Pucung, Ngargosari badan jalanya longsor, jalan kabupaten jetis Gerbosari badan jalannya juga longsor. Kemudian, pohon tumbang yang menutup Jalan Pengos-Serguyu Pagerharjo.

"Jalan-jalan tersebut tidak bisa akses masyarakat, khususnya roda empat. Saat ini, masyarakat dan tim relawan sedang melakukan pembersihan material," katanya.

Kades Gerbosari Damar mengatakan masyarakat secara gotong royong membersihkan material longsor dan memasang pembatas dari bambu sebagai tanda ada longsoran. “Saat ini, jalan hanya bisa dilewati pengendara sepeda motor, kalau mobil tidak bisa," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki