Ini Cara Artis Prisia Nasution Cegah Radikalisme Kalangan Muda di DIY

Kuntadi ยท Senin, 08 Oktober 2018 - 17:38 WIB
Ini Cara Artis Prisia Nasution Cegah Radikalisme Kalangan Muda di DIY

Artis Prisia Nasution. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANTUL, iNews.id - Artis layar lebar yang kerap membintangi film FTV, Prisia Nasution ternyata memiliki kesibukan lain. Sejak dua tahun terakhir, dia ikut terlibat dalam kegiatan pencegahan terorisme bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Ini tahun kedua saya ikut bersama BNPT," kata Prisia, di sela workshop Video Pendek "Menjadi Indonesia" di Graha Pustaka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (7/10/2018).

Pantauan iNews.id, workshop itu diikuti ratusan siswa SMA/SMK yang ada di DIY. Dalam kesempatannya, Prisia mengajari mereka tentang cara membuat video film pendek dengan menggunakan ponsel. Menurutnya, anak-anak muda saat ini masih mencari jati diri sehingga melalui workshop, bisa memberikan pemahaman tentang nasionalisme mau pun toleransi antarumat beragama.


Melalui program ini, anak-anak muda diajari cara membuat video sebagai bentuk kegiatan positif yang hasilnya nanti bisa diunggah ke media sosial melalui aplikasi Youtube. Mereka juga diberikan edukasi dan informasi agar lebih fun dalam belajar.

"Saya mengajarkan anak-anak muda di 32 provinsi untuk membuat film pendek dengan penekan pada ideologi. Karena saat ini ponsel sudah menjadi senjata," ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY Prof Muhtasar Syamsudin mengatakan, pemberian materi workshop video pendek ke siswa SMA/SMK untuk membekali mereka dari paham radikalisme dan intoleransi. Ini menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk memberikan pemahaman dan kesadaran generasi muda tentang bahaya radikalisme dan terorisme.

"Selain workshop, kami juga ada metode penyuluhan kepada semua elemen masyarakat," ucapnya.

Diketahui, kegiatan ini sudah yang kelima kali dilaksanakan oleh FKPT DIY. Materi workshop dipilih dan disesuaikan dengan kondisi di setiap kabupaten/kota. Baik dari sisi politik, ekonomi, sosial maupun gaya hidup di kalangan generasi milenial.

Menurutnya, benih dan paham radikalisme sebenarnya sudah muncul di DIY. Namun semuanya dapat dicegah dengan pengembangan nilai-nilai kearifan lokal. Di tahun politik ini, benih radikalisme sangat rentan muncul. Untuk itulah parpol sudah diminta untuk tidak memanfaatkan paham-paham radikalisme dalam pembelajaran politik.


Editor : Donald Karouw