Intensitas Hujan Rendah, Kulonprogo Perpanjang Darurat Kekeringan

Kuntadi ยท Kamis, 01 November 2018 - 23:15 WIB
Intensitas Hujan Rendah, Kulonprogo Perpanjang Darurat Kekeringan

Warga Kulonprogo mengantre air bersih bantuan dari Caleg Perindo. (Foto: Dok.iNews.id)

KULONPROGO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan menyusul masih banyaknya daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih. Intensitas hujan yang turun di daerah tersebut juga masih sangat kecil.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, perpanjangan masa darurat kekeringan dilakukan karena hampir seluruh kecamatan di daerahnya masih kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. "Kita perpanjang lagi masa darurat kekeringan," kata Hasto Wardoyo, Kamis (1/11/2018).

Meski hampir mayoritas kecamatan terdapat desa-desa yang masuk dalam titik kekeringan, Hasto menegaskan, Pemkab Kulonprogo masih bisa menangani permasalahan tersebut. Saat ini anggaran untuk distribusi air bersih masih sekitar 400 tangki.

Diperkirakan stok ini akan bisa untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sampai musim penghujan tiba, dan mata air warga kembali terisi. "Masih bisa kita tangani sendiri, dan stok kami perkirakan cukup," tutur Hasto. 

BACA JUGA:

Warga Gunungkidul Antusias Sambut Bantuan Air Bersih Caleg Perindo

Distribusikan Air Bersih di Kulonprogo, Warga: Terima Kasih Perindo

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulonprogo, Suhardiyana mengatakan masa tanggap darurat itu akan diperpanjang untuk kali kedua dengan periode status pada 1-19 November 2018 ini.

Sebelumnya, Pemkab Kulonprogo telah menetapkan masa darurat kekeringan mulai 25 Juli sampai 30 September 2018 lalu. Namun karena hujan belum turun, masa tanggap darurat pertama diperpanjang mulai 1-31 Oktober. "Ini kali kedua kita ajukan perpanjangan karena hujan masih rendah," ucap Suhardiyana.

Data di BPBD Kulonprogo tercatat ada 194 titik kekeringan yang tersebar di 30 desa di delapan kecamatan, Mayoritas berada di Perbukitan Menoreh dengan jumlah sekitar 7.436 kepala keluarga. "Hanya empat kecamatan di selatan yang bebas dari kekeringan," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakana perpanjangan juga masa darurat kekeringan ini mendasarkan dari prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Saat ini hujan mulai turun meskipun belum merata. Intensitas hujan juga masih snagat rendah dan belum bisa mengisi sumur-sumur warga yang kering.  


Editor : Kastolani Marzuki