Jadi Anggota DPRD Yogya Termuda, Indaruwanto Ingin Perjuangkan Pendidikan Murah

Kuntadi ยท Sabtu, 31 Agustus 2019 - 10:59 WIB
Jadi Anggota DPRD Yogya Termuda, Indaruwanto Ingin Perjuangkan Pendidikan Murah

Anggota DPRD Yogyakarta Indaruwanto Eko Cahyono. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Masyarakat Yogyakarta telah memilih para wakilnya untuk duduk di kursi DPRD. Ada sejumlah nama petahana, namun tak sedikit pula pendatang baru. Satu di antaranya Indaruwanto Eko Cahyono, legislator yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebagai pendatang baru, Indaruwanto menjadi wakil rakyat termuda di Kota Gudeg yang memeroleh suara tertinggi kedua dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 silam.

Dia terpilih sebagai wakil rakyat dari Dapil V meliputi Kecamatan Umbulharjo dan Kotagede dengan mendapat 4.819 suara. Rinciannya, 1.922 suara di Kecamatan Kotagede dan meraih 1.897 suara di Kecamatan Umbulharjo.

"Ini merupakan pengalaman pertama saya dan alhamdulillah terpilih," ujar Ndaru-sapaan akrab pria kelahiran 23 September 1984 tersebut.

Ndaru mengaku, sedari kecil tak pernah memiliki cita-cita menjadi politikus, apalagi jadi anggota DPRD. Semua berawal ketika dia bergabung dengan partai berlambang matahari. Seiring aktif dengan kegiatan partai, Ndaru menyadari akan peran dan fungsi partai dalam pemerintahan.

Hasil Pileg 2019 tidak hanya mengantarkannya lolos menjadi wakil rakyat. Namun juga menjadi politisi muda dengan perolehan suara tertinggi, berada di urutan kedua atau satu peringakat di bawah caleg incumben Dwi Suryono yang mendapatkan 3.947 suara.

"Ini merupakan amanah yang harus diemban sebaik mungkin," katanya.

Ndaru, yang saat ini menjadi salah satu Pengurus Pusat Barisan Muda (BM) PAN ingin bergabung ke dalam Komisi D. Dia tidak tertarik berebut kursi di Komisi C yang membidangi pembangunan. Baginya, Komisi D justru banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah karena membidangi pendidikan, kesehatan, kebudayaan hingga kesejahteraan rakyat.

Hal ini selaras dengan janji kampanyenya untuk memperjuangkan pendidikan dan beaaiswa kepada warga miskin.

"Di manapun saya siap. Tetapi kalau boleh memilih, saya ingin di Komisi D saja, biar dapat memperjuangkan pendidikan murah dan kesehatan," ucap penggemar klub AC Milan tersebut.

Ndaru menilai, Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya harus bisa menjadi kiblat pendidikan di Indonesia. Tentunya dengan mengedepankan etika dan menjunjung tinggi budaya yang adiluhung.

Diketahui, sesuai hasil Pileg 2019, peraih kursi DPRD Kota Yogyakarta yakni PDIP dengan 13 kursi, disusul PAN 6 kursi, Partai Gerindra 5 kursi, PKS 5 kursi, Partai Golkar 4 kursi, Partai NasDem 4 kursi, Partai Demokrat 2 kursi dan PPP 1 kursi.


Editor : Donald Karouw