Jadi Germo, Mahasiswi dan Ibu Hamil Tua Ditangkap Polda DIY

Kuntadi ยท Senin, 18 Maret 2019 - 16:29 WIB
Jadi Germo, Mahasiswi dan Ibu Hamil Tua Ditangkap Polda DIY

Polda DIY saat pers rilis kasus dugaan prostitusi online. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Seorang mahasiswi dan ibu muda yang sedang hamil tua ditangkap polisi. Mereka diduga menjadi germo yang kerap menjajakan pekerja seks komersial (PSK) secara online.

“Kami mengamankan dua muncikari atas kasus prostitusi online, namun mereka berbeda jaringan,” ujar Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto saat pers rilis di halaman Mapolda, Senin (18/3/2019).

Identitas kedua germo yang ditangkap yakni berinisial CK (33), pekerja swasta yang saat sedang hamil tua. Sementara satu tersangka lainnya HP (25), seorang mahasiswi. Namun berdasar pertimbangan kemanusiaan, tersangka CK tidak dilakukan penahanan selama penyelidikan karena usia kandungannya telah 8 bulan.

“Untuk sementara tidak kami tahan, tetapi proses hukum tetap jalan,” katanya.

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda DIY AKBP Edi Sutanto mengatakan, terbongkarnya praktik prostitusi online ini setelah ada dua laporan polisi masuk ke Polda DIY. Laporan pertama masuk tertanggal 7 Maret 2019 dan laporan kedua 12 Maret 2019. Polisi yang melakukan penyelidikan selanjutnya mengamankan keduanya pada Rabu (13/2/2019).

Dalam aksinya, kedua germo ini berhubungan dengan para pelanggan melalui jaringan media sosial (medsos). Untuk dapat melihat profile para angel (PSK), mereka mematok tarif Rp300.000. Begitu pelanggan membayar, mereka memberikan link medsos untuk memilih PSK.

“Kalau terjadi transaksi, muncikari ini mendapat bagian 30 persen dan selebihnya untuk PSK,” ucapnya.

Atas perbuatan mereka, tersangka CK disangkakan dengan Pasal 45 Ayat (1) jo Pasal 27 Ayat (1) UU 19 Tahun 2016 dan Pasal 296 KUHP. Sementara tersangka HP dijerat pasal yang sama dan ditambah Pasal 2 Ayat (1) UU 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang, serta Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat (2) UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Kasus keduanya kini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain dalam bisnis prostitusi online.


Editor : Donald Karouw