Jaga Keselamatan Penumpang, Andong Malioboro Wajib Miliki Surat Izin

Kuntadi ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 18:13 WIB
Jaga Keselamatan Penumpang, Andong Malioboro Wajib Miliki Surat Izin

Kusir andong yang mendapat SIOP KTB. (Foto: iNews/Kuntadi).

YOGYAKARTA, iNews.id - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan pengecekan dan kualifikasi terhadap transportasi tradisional jenis andong yang boleh mangkal dan beroperasi di seputaran Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DIY.

Mereka harus memiliki surat izin operasional kendaraan tidak bermotor atau SIOP KTB sebagai syaratnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudha mengatakan, dari data yang ada jumlah andong di seputaran Malioboro sebanyak 540 unit. Mereka tersebar juga di Kabupaten Sleman dan Bantul.

"Verifikasi dan pengecekan kali ini dilakukan di Stadion Sultan Agung, Bantul untuk andong-andong yang dimiliki warga Bantul," kata Wirawan di lokasi pengecekan tersebut, Kabupaten Bantul, DIY, Rabu (5/12/2018).

BACA JUGA: Libur Lebaran, Kusir Andong Malioboro Keluhkan Sepinya Penumpang

Ada 222 andong yang menjalani pengecekan. Hasilnya, 213 dinyatakan laik beroprasi, serta diberikan SIOP KTB. Sedangkan sisanya, ada 9 unit yang dianggap tak laik jalan.

SIOP KTB, kata dia, menjadi syarat wajib bagi andong yang akan beroperasi di kawasan Malioboro serta sekitarnya. Surat ini akan berlaku selama tiga tahun dan akan ada pengecekan dalam perpanjangan.

"Tanpa surat itu, mohon maaf tidak diperkenankan beroperasi di Malioboro," terangnya.

Andong yang lolos kualifikasi harus memenuhi persyaratan, mulai dari ketersediaan bel, lampu, pakaian kuda hingga pakaian surjan bagi kusir, juga tempat kotoran dan cat wajib. Ada tiga warna wajib yakni Hijau coklat dan kuning.

"Hal ini sebagai upaya menjamin keselamatan penumpang karena andong merupakan ciri khas pariwisata DI Yogyakarta," lanjutnya.

Berlakunya SIOP KTB untuk andong sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) No 25 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah (Perda) DI Yogyakarta No 5 Tahun 2016 tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong.

Dari hasil kajian usai revitalisasi Malioboro, untuk memberikan kenyaman idealnya jumlah andong yang beroperasi maksimal 70 per hari. Namun karena belum ada pembatasan, bisa mencapai 100-150 andong per hari.

"Usai di Bantul, pemeriksaan andong bersama dengan paguyuban akan menyasar Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Kita berharap semua andong yang ada laik jalan," katanya.

BACA JUGA: Naik Andong, Ganjar-Yasin Resmi Mendaftar ke KPU Jateng

Ketua Paguyuban Kusir Andong DI Yogyakarta, Purwanto menyatakan, terkait dengan andong-andong yang belum mendapatkan SIOP KTB, pihaknya memberikan batas waktu hingga Februari 2019.

Jika memang tidak bisa memenuhi maka dilarang beroperasi di Malioboro.

"Tapi jika melihat perbandingan jumlah dan minimnya area operasi, kami mengusulkan adanya penambahan ruang kerja bagi andong. Saat ini kami sedang membahas penambahan area ini dengan Dishub Provinsi," kata Purwanto.

Perlu diketahui satu putaran dari Malioboro ke Kraton satu paket andong bertarif Rp150.000 dengan daya muat hingga 8 orang. Sedangkan bila hanya berputar di sirip-sirip Malioboro seperti Jalan Bhayangkara atau Jalan Mataram tarif paket sebesar Rp100.000.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal