Jalan Malioboro Bebas Kendaraan, Pengemudi Bentor Sulit Cari Penumpang

Kuntadi ยท Selasa, 18 Juni 2019 - 19:48 WIB
Jalan Malioboro Bebas Kendaraan, Pengemudi Bentor Sulit Cari Penumpang

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi (empat kanan) mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau uji coba pemberlakuan bebas kendaraan di Jalan Malioboro. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan uji coba Kawasan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani sebagai kawasan pedestrian dengan pembatasan kendaraan bermotor melintas.   

Sejak pagi jalan utama yang menjadi jujugan wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta ditutup untuk kendaraan. Hanya bus Transjogja yang boleh melintas. Selebihnya hanya kendaraan tradisional seperti, becak, andong dan juga sepeda saja yang boleh melintas di jalan.

Pemberlakuan Malioboro sebagai kawasan bebas kendaraan berdampak padatnya arus lalu lintas di beberapa jalan, seperti di Jalan Mataram dan Kauman. Bahkan beberapa jalur lain dampak pengalihan juga cukup padat. “Bentor tidak boleh masuk. Kita akan cari penumpang di sekitarnya,” kata Yanto, pengemudi bentor, Selasa (18/6/2019).

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, uji coba ini menjadi momentum untuk melihat kondisi di lapangan. Sangat mungkin akan dilakukan beberapa kali dan tidak hanya pada Selasa Wage. Namun bisa dilaksanakan pada akhir pekan seperti Jumat malam atau Sabtu malam. “Kita akan uji coba beberapa kali dan melatih pedagang,” katanya.

Wawali memastikan, kebijakan bebas kendaraan ini bukan untuk merugikan para pengusaha. Permasalahan akan bisa terselesaikan jika semuanya sudah terbiasa. Terbukti ketika melakukan pembersihkan lokasi parkir. “Bebas kendaraan ini bukan untuk meredupkan ekonomi masyarakat,” kata Heroe Poerwadi.

Menurut Heroe, kebijakan tersebut dilakukan untuk kebaikan bersama dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Malioboro. Kebijakan ini bukan untuk mematikan kawasan utama di Yogyakarta, namun justru ingin menghidupkan Malioboro.  

“Ini (penutupan Jalan alioboo) tidak akan meredupkan perekonomian masyarakat, seperti dulu memindahkan parkir, banyak yang menolak, tapi sekarang buktinya lebih baik, uji coba kita lakukan berkali-kali untuk membiasakan,” paparnya.

Terkait kantung parkir, Heroe mengaku masih akan melakukan pembicaraan dengan Pemprov DIY. Saat ini kantung parker yang disiapkan di Parkir Abu Bakar Ali, di Beskalan, di Perwakilan, di Senopati dan di Serwadani.   


Editor : Kastolani Marzuki