Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo Ambles, 3 Rumah Terancam

Kuntadi ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 22:30 WIB
Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo Ambles, 3 Rumah Terancam

Jalan alternatif penghubung Kabupaten Kulonprogo, DIY dan Purworejo, Jawa Tengah, ambles sedalam satu meter. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Jalan alternatif penghubung Kabupaten Kulonprogo, DIY dan Purworejo, Jawa Tengah, ambles sedalam satu meter.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (16/5/2019) malam sekitar pukul 19.00 WIB itu juga mengancam tiga rumah warga yang lokasinya persis di bawah jalan ambles. Arus lalu lints di sekitar lokasi juga tersendat akibat peristiwa itu.

“Dulu jalan ini hanya retak saat musim hujan, tetapi tadi malam amlasnya sangat dalam,” kata Supriyono, warga yang rumahnya berada di bawah jalan amblas, Jumat (17/5/2019).

Amblesnya tanah juga diikuti dengan longsornya talud jalan. Beruntung material longsoran tidak sampai mengenai rumah Supriyono. “Kita berharap jalan ini segera diperbaiki, agar tidak membahayakan kami,” ucapnya.

BACA JUGA: Jalan Ambles, Akses ke 10 Nagari di Sijunjung Sumatera Barat Putus Total

Dia menuturkan, jalan tersebut diketahui retak sejak akhir 2017 lalu, setelah diguyur hujan deras hingga mengakibatkan talut longsor. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan warga ke pemerintah kabupaten, namun tidak kunjung diperbaiki. Padahal, jalan tersebut menjadi jalur utama.

“Mereka hanya mengecek kondisi jalan dan belum ada tindaklanjut. Baru saat ini pekerjaan pembangunan bangket dimulai awal pekan lalu. Namun justru kondisi tanah yang amblas semakin parah,” kata Supriyono.

Warga lainnya, Sarjiah mengaku tidak bisa tidur nyenyak sejak jalan itu retak lantaran takut tertimpa longsor. Dia dan keluarganya selalu berkemas saat hujan deras mengguyur kawasan ini. “Rumah kamia hanya sekitar 2,5 meter dari jalan. Kalau sampai longsor pasti rumah kami kena,” ujarnya.     

Sarjiah berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Selain itu juga perlu ada pembatasan tonase kendaraan yang melintas. Sebab jalur ini kerap dilalui truk bermuatan kayu yang bebanya cukup besar.

 


Editor : Kastolani Marzuki