Jawab Sindiran JK, Dahnil: Berbeda Pilihan di Muhammadiyah Itu Biasa

Kuntadi ยท Senin, 26 November 2018 - 17:56 WIB
Jawab Sindiran JK, Dahnil: Berbeda Pilihan di Muhammadiyah Itu Biasa

Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Dok.iNews.id)

BANTUL, iNews.id - Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak merespons sindiran Wakil Presiden Jufuf Kalla (JK) soal dirinya yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Dahnil mengatakan, Jusuf Kalla (JK) seperti orang tua sendiri, bahkan dia mengaku sering bertemu dan diskusi. "Berbeda pilihan itu dalam Muhammadiyah biasa. Fatsun kita tetap netral," katanya di sela-sela pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/11/2018).

Dahnil juga memastikan pemilihan Ketua Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 tidak akan bisa diintervensi dari luar. Menurutnya, kader Muhammadiyah itu kompak. Mereka tidak akan bisa diintervensi dari luar dan oleh siapa pun. Bahkan mereka tidak akan bisa dibeli suaranya. Jika ada yang memberikan transport tidak akan dipilih. "Muktamar ini adalah dakwah menggembirakan. Siapa yang akan mengganggu akan kecewa," kata Dahnil.

Saat membuka Muktamar Pemuda Muhammadiyah, JK berpesan kepada ribuan kader Pemuda Muhamaddiyah agar di tahun politik ini tetap menjaga persatuan bangsa.

Wapres pun lantas menyinggung Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mendukung pasangan capres–cawapres nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019.

BACA JUGA:

Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah, JK Singgung Dahnil Dukung Prabowo

Haedar Nashir: Muhammadiyah Akan Jaga Jarak dengan Kepentingan Politik

Menurut JK, bila saat ini Dahnil mendukung Prabowo–Sandi, itu bukan berarti semua kader Pemuda Muhammadiyah juga harus mendukung pasangan kandidat yang sama.

“Jadi, walau Saudara Dahnil ini di pihak nomor dua (Prabowo–Sandi), tidak berarti Pemuda Muhammadiyah harus semua ikut kebijakan politik itu,” ujar JK di Yogyakarta, Senin (26/11/2018).

Karena itu, JK berharap agar para kader organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah itu dapat menggunakan hak politik sebaik-baiknya dan memilih calon pemimpin yang terbaik. Menurut dia, dalam sistem demokrasi, adalah lumrah jika para anggota dalam satu organisasi memiliki preferensi atau pilihan politik yang berbeda-beda.


Editor : Kastolani Marzuki