Jelang Natal, Harga Telur dan Beras di Yogya Mulai Merangkak Naik

Kuntadi ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 03:08 WIB
Jelang Natal, Harga Telur dan Beras di Yogya Mulai Merangkak Naik

Tim Bappebti saat mengecek harga kebutuhan pokok di Pasar Kranggan, Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Tim Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) memantau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Salah satu pasar yang dipantau yakni, Pasar Kranggan, Yogyakarta. Di pasar tersebut, tim Kemendag mendapati kenaikan harga pada dua komoditas berupa beras medium dan telur.

Kepala Bappebti Kemendag, Wisnu Wardhana mengatakan, timnya sengaja turun di pasar tradisional untuk mengecek kondisi harga sejumlah komoditas.

Menurut dia, mendekati libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018 maupun pada Idul Fitri kerap diikuti dengan melonjaknya harga jual maupu stok yang terbatas. “Kami minta dua komoditas ini untuk diawasi, karena sudah mengalami peningkatan,” kata Wisnu di Pasar Kranggan, Yogyakarta, Selasa (4/12/2018). 

BACA JUGA:

Stabilkan Harga, Bulog Hadirkan Pangan Sehat untuk Masyarakat

Banderol Beras Medium Naik, Mentan: Ini Anomali, Jangan Ubah Harga

Dia mengatakan, Pasar Kranggan sengaja dipilih karena pasarnya cukup besar. Pasar ini pun menjadi rujukan bagi tim pengendali inflasi daerah (TPID) DIY dalam menghitung nilai inflasi setiap bulan.

Di pasar tersebut, harga beras medium di kisaran Rp9.500-10.000 per kg. Sementara harga telur sudah mencapai Rp23.500 atau mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya sebesar Rp21.000 per kg.

Untuk menjaga kestabilan harga, Bappebti, akan berkoordinasi dengan beberapa lembaga terkait. Salah satunya untuk mengendalikan harga agar tidak terus melambung sampai libur akhir tahun nanti. “Kita akan minta Bulog untuk menambah pasokan. Jika memang harga terus naik, bisa dilakukan operasi pasar,” ucapnya.

Dari hasil pantauan harga, kenaikan juga terjadi untuk komoditas bawang merah. Bawang merah naik Rp2.000 per kg dan mencapai harga Rp20.000 per kg.

Seorang pedagang, Suyati mengaku kenaikan harga menjelang liburan panjang seperti akhir tahun sudah rutin terjadi. Kenaikan ini tidak akan bertahan lama, dan akan kembali setelah liburan usai.

Biasanya terjadi kenaikan permintaan dari hotel dan rumah makan yang banyak kebanjiran pengunjung. “Setiap mau natal atau Idul Fitri pasti naik, tetapi nanti juga akan turun lagi,” ucapnya.


 


Editor : Kastolani Marzuki