Jelang Pemilu, 2 Stasiun KA di Yogya Dijejali Ribuan Penumpang

Kuntadi ยท Selasa, 16 April 2019 - 18:16 WIB
Jelang Pemilu, 2 Stasiun KA di Yogya Dijejali Ribuan Penumpang

Jumlah penumpang kereta api (KA) di Stasiun Tugu Yogyakarta melonjak jelang Pemilu 2019. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id - Jumlah penumpang kereta api (KA) di Stasiun Tugu maupun Lempuyangan Kota Yogyakarta membeludak jelang Pemilu 2019. Lonjakan penumpang itu sudah terjadi sejak dua hari terakhir dan mencapai puncaknya, Selasa (16/4/2019) ini.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budianto mengatakan, dalam kondisi normal, jumlah penumpang yang turun dan berangkat di Srasiun Tugu sekitar 9.000 orang.

Namun, saat ini jumlah penumpangnya meningkat hingga 11.000 orang. Begitu juga di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, dalam kondisi normal hanya 4.000 atau 4.500 orang, kini naik hingga mencapai 5.000 orang per hari.

“Kalau kenaikannya ada, sejak dua hari ini full.Data riil harian baru nanti malam, tetapi dari laporana semua kereta full. Tidak hanya jurusan Jakarta Bandung, atau Surabaya yang lokal juga,” kata Eko, Selasa (16/4/2019).

Eko menuturkan, kenaikan penumpang ini juga sempat terjadi pada akhir pekan lalu. PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada Minggu (14/4/2019) juga menambah dua kereta tambahan KA Argu lawu dan KA Argo Dwipangga jurusan Jakarta.

Meski terjadi kenaikan jumlah penumpang, Eko tidak berani memastikan apakah itu bersamaan dengan momen Pilpres atau bukan. Namun dipastikan pada akhir pekan merupakan liburan panjang. Di mana pada 17 April libur nasional pelaksanan pemilu.

Sedangkan 18 April merupakan hari kejepit yang kerap dimanfaatkan untuk mengambil cuti. Sedangkan Jumat (19/4) merupakan libur nasional,  sampai Minggu. “Kebetulan pilpres ini berangkai dengan liburan long week end,” ucapnya.

Penumpang kereta api, Ellio mengaku sengaja pulang ke Bandung untuk memilih. “Kebetulan, saya masih tercatat di DPT di Bandung, dan kuliah juga libur,” ucapnya.

Sebagai pemilih pemula, Ellio ingin memberikan suara pada Pemilu 2019 ini. “Sayang semua tiket ekonomi dan bisnis habis, adanya eksekutif,” ujarnya.

 


Editor : Kastolani Marzuki