Kampanye Cinta Satwa, Alya Nurshabrina Buat Mural di Kawasan Malioboro

Kuntadi ยท Rabu, 30 Januari 2019 - 20:11 WIB
Kampanye Cinta Satwa, Alya Nurshabrina Buat Mural di Kawasan Malioboro

Miss Indonesia Alya Nurshabrina saat membuat mural cinta satwa di Jembatan Kewek, Kotabaru, Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id - Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina menyalurkan bakat melukisnya dengan ikut terlibat dalam pembuatan mural di Jembatan Kewek, Kotabaru, kawasan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (30/1/3019).

Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian kampanye Dog Meat Free Indonesia (DMFI) yang menekankan cinta satwa, bahwa daging anjing tidak untuk dimakan.

Alya mengaku sangat mendukung gerakan tersebut karena banyak orang mengeksploitasi anjing. Bahkan banyak yang jahat dengan mengambil dan mengonsumsi daging anjing. "Itu kan jahat anjing dieksploitasi bahkan diambil dagingnya," kata Alya di sela-sela membuat mural.

Sebagai Miss Indonesia, Alya sangat mendukung gerakan cinta satwa. Melalui kegiatan seperti itu, dia berharap mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Khususnya kepada generasi muda untuk lebih mencintai satwa.

Hal itulah yang membuat dia tertarik untuk melukis mural di kawasan Malioboro yang menjadi jantungnya Kota Yogyakarta. "Harapannya melalui lukisan mural, masyarakat akan lebih sadar. Mereka juga bisa ikut peduli dan mendukung dengan membubuhkan tanda tapak tangan pada di lukisan ini," ujarnya.

BACA JUGA:

Miss Indonesia 2018 Kunjungi Lokasi Tsunami di Banten

Raih Prestasi di Miss World 2018, Alya Nurshabrina Pulang ke Indonesia

Pembuatan mural ini menjadi bagian dari pembuatan videotron iklan layanan masyarakat kampanye cinta satwa melalui gerakan stop konsumsi daging anjing.

Alya tampak cukup menikmati proses pembuatan mural ini. Meski berada di bawah jembatan kereta api, dia terlibat langsung dari proses pembuatan sketsa melukis gambar sampai dengan menggoreskan kuas untuk memberikan warna pada objek gambar. "Mural ini bukan vandalisme dan ini legal didukung oleh wali kota," ucapnya.

Proses pembuatan mural ini melibatkan sejumlah seniman dan relawan pemerhati satwa yang ada di Yogyakarta. Seperti dari Animal Friend Jogja, Koalisi Dog Meat Free Indonesia sampai musisi Shaggy Dog.

"Kita gandeng Alya karena dia memang pecinta seni untuk ikut peduli stop konsumsi daging anjing," kata Angelina Pane, pendiri Animal Friend Jogja.

Karya Alya yang berada di ruang publik, kata dia, diharapkan akan mampu menyedot perhatian masyarakat. Apalagi lokasinya berada di sisi timur Malioboro yang cukup padat arus lalu lintasnya. Harapannya masyarakat akan tertarik dan mendukung program cinta satwa ini. "Anjing adalah hewan piaraan dan sahabat manusia," tandasnya.

Angelina menambahkan, dipilihnya kawasan Malioboro dalam pembuatan mural karena letaknya yang strategis. Tidak hanya terbaca oleh warga lokal DIY namun juga wisatawan yang berkunjung di Malioboro. Apalagi di sekitar kawasan ini juga ada pedagang yang menjual daging olahan anjing. "Jogja itu sudah bebas rabies  dan daging yang didatangkan justru dari Jawa Barat yang belum bebas," katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki