Kasus Dana Kemah, Kuasa Hukum Muhammadiyah: Hanya Salah Administrasi

Kuntadi ยท Kamis, 29 November 2018 - 17:42 WIB
Kasus Dana Kemah, Kuasa Hukum Muhammadiyah: Hanya Salah Administrasi

Kuasa hukum Panitia Kemah Kebangsaan saat menggelar konferensi pers terkait kasus dana kemah yang kini menyeret mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kuasa hukum Panitia Kemah Kebangsaan Pemuda Islam, Trisno Raharjo melihat kasus yang menyeret mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak hanya karena kesalahan administrasi.

Menurut Trisno, hal itu terjadi karena ketidakpahaman panitia. Semestinya penyidik bisa melihat dari suksesnya kegiatan Kemah Kebangsaan yang dilaksanakan di Prambanan pada 16-17 Desember 2017 lalu. 

“Setelah saya pelajari dari dokumen fotokopi LPj (laporan pertanggungjawaban), kami menemukan dokumen yang patut diduga kesalahan administrasi pelaporan karena tidak pahamnya panitia,” kata Trisno Raharjo, dalam jumpa pers di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (29/11/2018).

Trisno Raharjo ditunjuk sebaga kuasa hukum Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah berdasarkan surat kuasa khusus No.18/AD-PPM/II/2018 tertanggal, 23 November 2018.

Trisno mengatakan, panitia bisa memahami proses hukum yang tengah ditangani penyidik Polda Metro Jaya. Panitia Kemah Kebangsaan akan menghormati semua proses hukum yang sedang dan akan berlangsung.

BACA JUGA:

Kasus Dana Kemah, Dahnil: Saya Pikir Polisi Justru Menghina Presiden

Muhammadiyah Berharap Tak Ada Kriminalisasi dalam Pemeriksaan Dahnil

Sebagai penasihat hukum, Trisno meminta penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya jangan hanya fokus pada dokumen LPj, namun juga pada ukuran kesuksesan acara pelaksanaan kegiatan yang menjadi tujuan utama kegiatan. Yakni adanya kebersamaan antara Pemuda Islam.

Trisno juga mendukung penuh agar pihak kepolisian melakukan upaya penyidikan lebih komperehensif dengan memeriksa seluruh dokumen. Baik yang dikeluarkan oleh Kemenpora, maupun LPj yang disampaikan oleh ormas kepemudaan lain yang juga memperoleh pendanaan dari Kemenpora terkait kegiatan tersebut.

“Anggaran berkenaan dengan kegiatan kemah pemuda Islam berasal dari nomenklatur yang sama agar terciptanya pemeriksaan yang transparan dan akuntabel,” tuturnya.

BACA JUGA: Usut Dana Kemah Pemuda, Polisi: Dahnil Kembalikan Rp2 Miliar Hari Ini

Trisno juga menegaskan tidak ada keterlibatan Dahnil Anzar Simanjuntak dalam proses pelaporan dan tidak tahu menahu soal dokumen LPj. Tandatangan dalam dokumen LPj tersebut adalah hasil scan yang tidak diketahui oleh Dahnil.

Panitia berasumsi kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik dan kami menganggap pelaporan tersebut hanya pelengkap administrasi.

Panitia, kata dia, juga menyampaikan permohonan maaf dengan sangat kepada Dahnil Anzar Simanjuntak, karena mengggunakan scan tanda tangannya tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. “Dahnil, sama sekali beliau tidak terkait persoalan ini,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki