Kasus Kekerasan Seksual Anak di Yogyakarta Meningkat 200 Persen

Antara ยท Rabu, 28 November 2018 - 18:52 WIB
Kasus Kekerasan Seksual Anak di Yogyakarta Meningkat 200 Persen

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Foto: Okezone).

YOGYAKARTA, iNews.id - Kekerasan seksual terhadap anak di Kota Yogyakarta dinilai makin mengkhawatirkan. Angkanya tercatat naik mencapai 200 persen pada akhir tahun lalu.

Ketua Forum Perlindungan Korban Kekerasan Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun mengatakan, untuk kekerasan terhadap perempuan, khususnya dalam rumah tangga (KDRT) cenderung berkurang. Tapi kasus kekerasan seksual pada anak malah meningkat.

"KDRT berkurang hingga 90 persen. Tapi, kekerasan seksual pada anak yang mencapai 200 persen pada akhir tahun lalu," kata Tri dalam peringatan Hari Anti Kekerasan di Yogyakarta, Rabu (28/11/2018).

Pada 2017, total kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Yogyakarta tercatat 254 kasus, dan 17 di antaranya adalah kasus pelecehan seksual, delapan pencabulan, dan sembilan perkosaan serta sembilan kasus eksploitasi.

BACA JUGA: Viral, Video Pelajar SD Jatuh dari Lantai Tiga Sekolah di Yogyakarta

Menurut dia, maraknya kekerasan seksual pada anak dipicu berbagai faktor, antara lain kemudahan mengakses internet. Kemudian, mereka tanpa sengaja melihat konten berbau pornografi dan mencontohnya.

"Mereka tidak memiliki pengetahuan dan bekal yang cukup untuk menyaring berbagai informasi dalam konten tersebut," kata Tri Kirana.

Selain dilakukan antarsesama anak-anak, berusia di bawah 18 tahun, kekerasan terhadap anak juga dilakukan oleh orang yang lebih dewasa.

Jika penanganan kasus kekerasan seksual yang dilakukan antarsesama anak lebih diarahkan pada pendampingan. Namun jika dilakukan oleh orang dewasa, akan diselesaikan melalui jalur hukum.

Guna menekan kasus ini, Tri Kirana menyebut, perlu langkah dari kader gender yang sudah dimiliki oleh tiap kelurahan di Kota Yogyakarta.

"Kader gender tersebut akan memberikan pendampingan ke sekolah dengan pendekatan sosial agar anak-anak memiliki pemahaman mengenai seksualitas sesuai dengan usia mereka," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat mengatakan, upaya pemerintah daerah (pemda) menekan kasus ini dengan membentuk sekolah ramah anak.

BACA JUGA: Korban Cabul Ayah Tiri Belum Bisa Berjalan dan Alami Trauma Berat

"Kami juga melakukan pemetaan untuk mencegah berulangnya kasus di wilayah yang sama. Anak-anak diajarkan menjaga diri dan bersikap saat ada orang yang melakukan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual," katanya.

Pencegahan kekerasan pada anak dapat dilakukan dengan penguatan kampung ramah anak.

Selain itu, ada juga penyelenggaraan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Saat ini, sudah ada 21 dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta yang memiliki PATBM.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal