Kasus Mayat Terbakar di Bantul Terungkap, Ini Ternyata Ceritanya

Kuntadi ยท Sabtu, 10 November 2018 - 15:38 WIB
Kasus Mayat Terbakar di Bantul Terungkap, Ini Ternyata Ceritanya

Anggota Polres Bantul menunjukkan barang bukti yang dipakai pelaku membakar jasad korban, saat gelar perkara di Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Polres Bantul berhasil mengungkap kasus penemuan mayat dalam kondisi terbakar di Bumi Perkemahan Karanganyar, Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Bantul, Rabu (7/11/2018) lalu. Korban sengaja dibakar oleh dua pelaku yang tinggal serumah dengannya lantaran tidak punya uang untuk kremasi.

Sebelumnya, kasus penemuan mayat dengan kondisi terbakar itu menghebohkan warga Bantul. Mayat korban ditemukan dalam kondisi telanjang dengan sekujur tubuhnya terbakar, terutama pada bagian wajah dan kelamin. Mayat gosong tersebut bahkan sempat dikira korban pembunuhan.

Kedua pelaku pembayaran mayat tersebut yakni seorang ibu bernama NR (32) dan anaknya JR (12) Warga Umbulharjo, Yogyakarta. “Dua orang sudah kami amankan, NR dan anaknya yang masih di bawah umur,” tutur Kaurbinops Satreskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharso, dalam gelar perkara di halaman Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018).

Usai penemuan mayat gosong yang menghebohkan warga itu, penyidik langsung diturunkan untuk melakukan penyelidikan. Tim Reskrim Polres Bantul juga sudah melakukan olah TKP dengan menurunkan Tim Inafis. Hingga akhirnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta.

Dari pemeriksaan sidik jari diketahui korban adalah I Gede Suka Negara warga Denpasar, Bali. Atas informasi tersebut, korban diketahui kos di wilayah Umbulharjo Yogyakarta. Korban diketahui tinggal sekamar dengan kedua pelaku.

BACA JUGA: 

Mayat Terbakar di Bantul Diduga Korban Pembunuhan Berencana

Mayat Pria Ditemukan di Bantul, Ada Luka Bakar di Wajah dan Kelamin

Identitas Mayat Pria Terbakar di Bantul Terkuak, Korban Warga Bali


“Meski serumah, mereka tidak ada hubungan hubungan suami istri. Anak itupun adalah anak dari NR dan bukan dari hubungan dengan korban. Kedua pelaku kami amankan di hotel di Kretek (Bantul). Setelah kejadian mereka takut dan menginap di sana,” kata Muji.

Dari penangkapan ini mereka mengakui telah melakukan pembakaran terhadap jasad korban. Namun itu dilakukan setelah korban meninggal dunia karena sakit.

Sebelum meninggal korban pernah dirawat di Rumah Sakit Harjolukito. Namun karena keterbatasan anggaran, korban terpaksa pulang dan dirawat di rumah. Kondisi korban yang terkena diabetes bertambah parah, hingga akhirnya meninggal.

“Kedua korban sendiri tidak memiliki anggaran untuk melakukan kremasi. Setelah browsing di internet, mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan kremasi sendiri. Sehingga mereka membawa korban ke lokasi dengan memboncengkan sepeda motor. Korban itu dibawa digulung dengan kasur ke lokasi dan dibakar dengan pertalite tiga liter,” ucapnya.

Mereka memilih lokasi ini, atas usulan JR, sang anak. Sebelumnya JR pernah ikut berkemah di tempat ini. Atas perbuatan mereka, polisi akan menjerat keduanya dengan Pasal 170 Juncto Pasal 181 KUHP.


Editor : Himas Puspito Putra