Kejagung Minta Jaksa Pahami Aturan dan Regulasi Penanganan Ekstradisi

Kuntadi ยท Kamis, 20 Juni 2019 - 22:10 WIB
Kejagung Minta Jaksa Pahami Aturan dan Regulasi Penanganan Ekstradisi

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung, Darmawel Aswar memberikan buku pedoman dalam sosialisasi Peraturan Kejaksaaan No 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penanganan Ekstradisi, di Hotel Marriott, Yogyakarta, Kamis (20/6/2019). (Foto:

SLEMAN, iNews.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerbitkan Peraturan Kejaksaaan No 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penanganan Ekstradisi.

Aturan tersebut dikeluarkan untuk memudahkan para jaksa yang menangani perkara ekstradisi. Beberapa kota di Indonesia telah melakukan esktradisi ke berbagai negara.

“Penanganan ekstradisi sudah ada dan diatur dalam peraturan kejaksaan,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung, Darmawel Aswar dalam sosialisasi Peraturan Kejaksaaan No 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penanganan Ekstradisi, di Hotel Marriott, Yogyakarta, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan, ekstadisi merupakan permintaan dari negara lain untuk mengirimkan orang yang bersembunyi di Indonesia. Orang ini diduga telah melakukan kejahatan di negara yang meminta ekstradisi. 

Permintaan ekstradisi itu, kata Darmawel, bisa dilakukan oleh Indonesia atau negara lain. Bahkan sejumlah kota di Indonesia pernah mengajukan esktradisi ke negara lain. “Sudah banyak kota-kota yang mengajukan (ekstradisi), seperti Bali, Batam, Yogya, Jawa Timur dan Jakarta,” ujarnya.

Peraturan ini, kata Darmawel, menjadi standar operasional prosedur (SOP) bagi jaksa dalam menangani perkara ekstradisi. Sebelumnya SOP yang ada hanya sebatas petunjuk tertulis dan pendampingan dari kejagung. Dalam peraturan ini telah mengatur tentang formulir penanganan perkara ekstradisi, masa tahanan dan apa saja yang harus dilakukan jaksa.

“Penanganan perkara ekstradisi ini berbeda dengan penanganan perkara biasa, formulirnya juga berbeda. Kejagung sudah mengatur secara detail,” ucapnya. 

Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kajati) DIY, Erbagtyo Rohan, mengatakan sosialisasi ini diikuti para asisten, kepala kejaksaan negeri (kajari), koordinator dan jaksa di wilayah Kejati DIY serta sebagian dari Kejati Jawa Timur. Harapannya para jaksa memahami bagaimana cara menangani perkara ekstradisi. 

“Sekarang ini perkara cukup kompleks. Tentunya pemahaman para jaksa harus ditingkatkan seperti penanganan perkara ekstradisi,” kata Rohan.

 


Editor : Kastolani Marzuki