Kejati DIY Sita Rp16 Miliar dalam Perkara Korupsi Penyimpangan Kredit

Kuntadi ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 10:22 WIB
Kejati DIY Sita Rp16 Miliar dalam Perkara Korupsi Penyimpangan Kredit

Kejati DIY menyita uang Rp16 miliar dari tersangka kasus korupsi dugaan penyimpangan kredit. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

YOGYAKARTA, iNews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DI Yogyakarta menyita uang Rp16 miliar dalam penanganan kasus korupsi dugaan penyimpangan kredit. Uang tersebut disita dari tersangka, NK (57).

"Uang itu sudah kita amankan dan akan kita titipkan di rekening penitipan kejaksaan di BRI," kata Kajati DIY, Erbagtyo Rohan, di kantor Kejati DIY, Rabu (15/5/2019).

Menurut Rohan, uang ini disita dari tangan tersangka sebanyak dua kali. Pada tahap pertama yakni pada 9 Mei lalu sebesar Rp5 miliar dan pada 13 Mei kemarin senilai Rp11 miliar.

"Total semuanya Rp16 miliar yang diamankan dalam perkara korupsi penyimpangan kredit," ujar dia.

BACA JUGA: Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Glondonggede Kabupaten Tuban Ditangkap Polisi

Kejati, kata Rohan, dalam perkara ini sudah menetapkan tiga orang tersangka. Selain NK, Kejati juga menetapkan MI yang merupakan Kepala Sentra Kredit Komersial (SKK) salah satu Bank BUMN dan MK sebagai debitur.

Dalam kasus ini sendiri, berkas pemeriksaan dibuat terpisah lantaran mereka memiliki peran yang berbeda.

"Kita akan segera limpahkan ke jaksa penuntut untuk tahap dua," kata dia.

Kasus perkara korupsi ini berawal saat tersangka MK mengajukan kredit ke salah satu bank BUMN untuk pembelian ruko milik tersangka NK pada tahun 2014.

BACA JUGA: 11 Tahun DPO, Terpidana Korupsi Pasar Horas Ditangkap saat Sarapan

Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan penyidik, sebetulnya tersangka MK tidak mempunyai kemampuan bayar yang cukup dan nilai bangunan telah di-mark up.

Namun permohonan kredit tetap diproses dan diusulkan untuk disetujui oleh tersangka MI selaku pimpinan SKK.

Dalam proses pencairan kredit, tersangka MK tidak membayar uang muka Rp5 miliar kepada tersangka NK sebagaimana disyaratkan.

Namun kenyataannya kredit tetap dicairkan. Setelah kredit cair, barulah tersangka NK mentransfer uang Rp 4 miliar ke tersangka MK.

"Semuanya ada tiga tersangka dengan berkas sendiri-sendiri," kata Aspidsus Jefferdian.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal