Kemarau Masih Panjang, Anggaran Distribusi Air Bersih BPBD Gunungkidul Hanya Cukup untuk 500 Tangki

Kuntadi, Kismaya Wibowo ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 17:35 WIB
Kemarau Masih Panjang, Anggaran Distribusi Air Bersih BPBD Gunungkidul Hanya Cukup untuk 500 Tangki

Warga Dukuh Jeruken, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul semringah setelah mendapat bantuan air bersih dari pihak swasta. (Foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL,iNews.id – Anggaran distribusi air bersih yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai menipis.

Saat ini, anggaran yang tersisa hanya cukup untuk memenuhi distribusi air bersih sekitar 500 tangki.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sapto Wibowo mengatakan, anggaran awal untuk penanganan bencana kekeringan sebesar Rp530 juta.

Anggaran itu sudah dipakai sejak April untuk dropping air bersih dan saat ini dana yang sudah terpakai mencapai 90 persen. “Anggaran mulai menipis, hanya cukup sekitar 500 tangki,” katanya di kantornya, Rabu (2/10/2019).

BACA JUGA: Sumber Air Mengering, BPBD Gunungkidul Ambil Air hingga ke Luar Daerah

Menurut Sapto, anggaran yang tersisa itu hanya cukup hingga pertengahan Oktober ini, padahal sesuai prediksi dari BMKG, musim hujan baru akan tiba pada November. “Kalau nanti (anggaran) sudah habis, kita akan mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, selama musim kemarau, kebutuhan air bersih di Gunungkidul sangat tinggi karena hampir seluruh kecamatan dilanda kekeringan. Dalam sehari, rata-rata ada 30 tangki air bersih yang didistribusikan ke sejumlah daerah.

“Tahun ini jumlah terdampak kekeringan memang semakin luas. Dari 18 kecamatan, 14 di antaranya masuk krisis air bersih. Sedangkan jumlah jiwa terdampak mencapai 135.000 jiwa,” katanya.

Kemarau panjang telah menyebabkan warga puluhan desa di Gunungkidul hanya mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah dan swasta.

Seperti yang dialami warga Dukuh Jeruken, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang. Di wilayah ini sudah tidak ada lagi mata air yang bisa dimanfaatkan karena semuanya sudah mengering.

BACA JUGA: Kemarau Panjang, 355 Telaga di Gunungkidul Terancam Kering

Jika tidak ada bantuan dari pemerintah warga terpaksa membeli secara swadaya. Satu tangki berisi 5.000 liter biasanya dibeli dengan harga Rp125.000 yang hanya cukup untuk dua pekan.  

“Kita mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah, untuk mandi, cuci dan memasak,” kata Winarsih, warga Dukuh Jeruken.


Editor : Kastolani Marzuki