Kemarau, Petani di Kulonprogo Ganti Profesi Jualan Togel Demi Keluarga

Kuntadi ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 17:25 WIB
Kemarau, Petani di Kulonprogo Ganti Profesi Jualan Togel Demi Keluarga

Suasana jumpa pers kasus judi togel di Mapolres Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KULONPROGO, iNews.id – Musim kemarau berkepanjangan menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Kulonprogo, DIY, tak bisa digarap dan mati. Para petani pun harus memutar otak agar bisa menggarap lahan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Salah satunya dilakukan SYT, petani asal warga Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Berdalih iseng karena menganggur dia pun nekat berjualan toto gelap atau judi togel. Naha, baru sepekan ganti profesi dia ditangkap polisi dan harus berurusan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bukan uang yang didapat, SYT justru harus mendekam di balik jeruji besi ruang sel tahanan Polres Kulonprogo yang dingin. Dia menyesali perbuatannya, namun nasi telah menjadi bubur.

SYT hanya bisa pasrah ketika dirinya digiring ke halaman Mapolres Kulonprogo saat gelar perkara. Wajahnya terus tertunduk dengan tangan terborgol dan dikawal petugas Sabhara bersenjata lengkap. Wajahnya pucat dan malu, seakan tak kuasa menanggung hukuman atas perbuatannya. “Saya baru tujuh hari jualan togel,” kata SYT di Mapolres Kulonprogo, Rabu (10/8/2018).

Dia menceritakan, keputusan untuk berjualan togel setelah dia bertemu dengan MH, seorang broker judi togel yang kini masih buron, sepuluh hari sebelum penangkapan. Dari pertemuan itu, SYT sepakat untuk menjual togel di rumahnya.

Dari tiap transaksi penjualan, dia mendapat komisi 25 persen. Rata-rata setiap malam, SYT bisa menjual togel hingga Rp100.000. Dia pun menerima bagian sekitar Rp25.000. “Setiap malam hasil penjualan diambil MH dan komisi saya dibayarkan,” ujarnya.

SYT mengaku tak mengira jika jualan togel dilarang polisi. Saat polisi datang ke rumahnya dia sedang asyik merekap togel. Karena setiap ada pembeli, nomor yang ada akan ditulis dalam buku tulis untuk memudahkan mengingat-ingat siapa saja yang beli. “Kalau tahu begini saya tidak berjualan, saya kapok,” ucao kakek satu cucu tersebut.

Menurutnya keputusan menjadi penjual togel hanya iseng saja. Sebagai buruh tani, selama musim kemarau nyaris tidak ada pendapatan yang masuk. Padahal dia harus memberi makan anak dan istrinya.

Wakapolres Kulonprogo Kompol Dedi Suryadharma mengatakan, tersangka SYT ditangkap anggota di rumahnya. Saat itu penyidik mendapatkan informasi jika ada transaksi judi togel di wilayah Bugel. Berbekal informasi ini petugas melakukan penyelidikan di lapanga dan mengamankan tersangka berikut barang bukti berupa uang Rp100.000, buku tulis, rekapan nomor dan beberapa barang bukti lain.

"Kami akan kenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” tutur Dedi.


Editor : Donald Karouw