Kena Ledakan Petasan, 2 Remaja di Bantul DIY Terluka dan Masuk Rumah Sakit

Kuntadi ยท Senin, 03 Juni 2019 - 15:19 WIB
Kena Ledakan Petasan, 2 Remaja di Bantul DIY Terluka dan Masuk Rumah Sakit

Polisi saat memusnahkan petasan hasil sitaan dalam operasi penindakan di Srandakan, Bantul. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Petasan kembali menelan korban. Kali ini melukai dua remaja di Bantul, DIY. Mereka harus menjalani perawatan medis lantaran mengalami luka bakar dan robek pada bagian tangan akibat terkena ledakan petasan.

Informasi yang dirangkum iNews.id, identitas kedua korban yakni Ibnu Apri Firnandan (15) warga Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret dan Sofyan Hidayat (17) warga Desa Srigading, Kecamatan Sanden. Ibnu luka bakar di telapak tangan hingga lengan dan harus dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sementara Sofyan mengalami luka bakar di tangan kanan dengan jari kuku nyaris terlepas.

“Sudah ada dua korban petasan. Kami akan intensifkan operasi penindakan,” ujar Kapolres Bantul AKBP Sahat Hasibuan, Senin (3/6/2019).

BACA JUGA: Polisi Musnahkan Ratusan Petasan, Ada yang Seukuran Ember

Kapolres menjelaskan, menyalakan petasan bisa dijerat dengan pasal pidana‎. Petasan dinilai membahayakan diri sendiri dan orang lain. Termasuk bisa menyebabkan kebakaran rumah.

“Kami akan operasi gabungan dengan TNI dan Satpol PP. Kalau memang sudah meresahkan, akan kami tindak dengan pidana,” katanya.

Kapolsek Srandakan Kompol B Muryanto mengungkapkan gencar menggelar razia atas maraknya peredaran petasan. Hasilnya, ada ribuan yang diamankan. Petasan ini selanjutnya dimusnahkan dengan cara dikupas dan direndam dengan air.

“Yang ukurannya besar ada 800-an, yang lombokan lebih banyak lagi,” ucapnya.

Di wilayah Srandakan  sampai saat ini belum ada korban jiwa. Namun polisi terus melakukan operasi di sepanjang pantai wilayah JJLS. Banyak yang kerap menyalakan petasan di Pantai Baru, Kuwaru hingga Pandansimo. Bahkan dalam sekali operasi di daerah ini, petugas dapat mengamankan lebih dari 400 petasan.

“Ukurannya ada yang sebesar helm sampai seukuran ember,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw