Ketum PSI Sebut Intoleransi dan Korupsi Jadi Ancaman Bangsa

Kuntadi ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 11:46 WIB
Ketum PSI Sebut Intoleransi dan Korupsi Jadi Ancaman Bangsa

Ketum PSI Grace Natalie saat menghadiri #Festival 11 Yogyakarta di Gedung Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin (11/2/2019) malam. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Ketua umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melihat ada ancaman besar terhadap persatuan bangsa. Dia menilai, banyak tindakan intoleransi terjadi di masyarakat, namun tidak pernah ada yang bersuara.

“Saya lihat ini sudah meresahkan untuk persatuan,” ujar Grace usai menghadiri #Festival 11 Yogyakarta di Gedung Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin (11/2/2019) malam.

Menurutnya, saat ini ada normalisasi intoleransi di masyarakat. Dia mencontohkan, sudah sering terdengar massa menutup tempat ibadah atau menggeruduk orang yang sedang beribadah. Namun tidak ada satupun yang buka suara atas permasalahan ini.

Begitu juga dengan permasalahan penodaan agama. Bahkan di Yogyakarta pada Desember silam muncul kasus intoleransi yang terjadi pada orang yang sudah mati.

“Tidak ada yang buka suara dan itu seperti sudah normal. Ini sudah meresahkan, diskriminasi. Malah ada yang menyalahkan korbannya,” kata Grace.

BACA JUGA: Konsolidasi di Mataram, HT: Pariwisata NTB Harus Jadi yang Terdepan

Dia menegaskan, PSI akan meneguhkan komitmen kepada semua kader untuk senantiasa antikorupsi dan antitoleransi. PSI juga telah melakukan pengujian terhadap opini dari caleg yang diusung.

“Kalau ada pengurus atau calon anggota legislatif yang terlibat intoleransi akan dipecat,” ucapnya.

Grace juga menyoroti permasalahan nasionalisme gaduangan. Menurutnya banyak yang mengatakan nasionalis, tetapi diam dan tidak angkat bicara ketika ada kasus intoleransi.

Malah banyak partai yag aktif dalam merumuskan dan menggolkan perda-perda diskriminatif di sejumlah kota. Belum lagi yang tertangkap dan dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami (PSI) bertekad untuk mengawal untuk menyuarakan antikorupsi dan antitoleransi,” tuturnya.

Diketahui, sedikitnya 2.000-an kader dan pengurus PS hadir dalam acara #Festival 11 Yogyakarta. Baik yang berasal dari wilayah DIY, maupun yang datang dari Solo, Magelang dan beberapa kabupaten lain. Acara semakin semarak dengan kehadiran Nidji dan Isyana Bagoes Oka sebagai yang menjadi pembawa acara.


Editor : Donald Karouw