Kijang Liar Masuk ke Permukiman Warga di Kulonprogo, Diduga Kelaparan

Kuntadi ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 19:36 WIB
Kijang Liar Masuk ke Permukiman Warga di Kulonprogo, Diduga Kelaparan

Kijang liar ditangkap warga Purwosari, Kulonprogo diduga karena kelaparan. (Foto: istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KULONPROGO, iNews.id – Seekor kijang (muntiacus muntjak) berhasil ditangkap warga Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, DIY, Rabu (10/10/2018).

Salah satu hewan yang dilindungi ini masuk ke pekarangan warga diduga kelaparan karena kemarau panjang. “Tangkapnya tadi pagi saat antar anak sekolah,” kata Supriyanto, warga Nogosari, Purwosari, Girimulyo.

Saat itu, kata dia, hewan tersebut melompat ke tengah jalan dan nyaris menabraknya yang sedang mengendarai sepeda motor. Kijang tersebut kemudian masuk ke komplek  sekolahan. Bersama warga lain akhirnya kijang itu digiring ke pojokan agar tidak bisa kabur.   “Sepertinya liar, dia sangat lincah. Meski kakinya terikat tetap berusaha kabur,” ucap Supriyanto.

Setelah kijang ditangkap, Supriyanto kemudian melaporkan ke petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Girimulyo. Petugas selanjutnya membawa satwa dilindungi itu untuk diperiksa kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kijang tersebut berkelamin jantan dan sudah berusia dewasa yang terlihat dari sudah tumbuhnya dua tanduk di kepala.

BACA JUGA: BKSDA Lepas Liar Satwa Langka Dilindungi di Hutan Aceh Jaya

Penangkapan kijang itu membuat kaget warga karena di sekitar Purwosari dan Pendoworejo, Girimulyo tidak ada habitat kijang. Dimungkinkan hewan itu turun dari perbukitan Menoreh karena kemarau panjang untuk mencari makan dan minum.

Dokter Hewan dari Puskeswan Girimulyo, Yuriyati mengatakan kondisi kijang sepertinya stres. Pada muka dan punggung juga ditemukan adanya luka. Suhu tubuhnya menurun dan tak mau makan maupun minum.

“Kemungkinan hewan itu mengalami shock setelah masuk lingkungan manusia dan terluka saat mencoba melarikan diri. Hewan itu mudah mengalami stres karena berada di luar habitatnya,” tutur Yuriyati.

Dia mengatakan, Puskeswan Girimulyo sudah berkoordinasi dengan  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atas temuan satwa liar tersebut. Menurut Yuriyati, di wilayah Girimulyo memang banyak ditemukan jenis hewan kerabat rusa. Dia juga mengaku pernah melihat sepasang rusa tutul di wilayah Purwosari.

Kepala Desa Pendoworejo, Budiman mengatakan rusa dan kijang lebih sering ditemui warga di wilayah hutan sekitar Umbul Kayangan. Namun, sangat jarang sekali hewan tersebut menampakkan diri. Dimungkinkan satwa tersebut kehabisan makan di sekitar habitatnya lalu turun gunung hingga masuk ke lingkungan pemukiman warga. “Desa sudah menerbitkan larangan berburu atau menembak hewan liar jenis apa pun,”kata Budiman. 

 


Editor : Kastolani Marzuki