Korban dan Pembakar Mayat di Bantul Ternyata Pasangan Kumpul Kebo

Kuntadi ยท Sabtu, 10 November 2018 - 16:32 WIB
Korban dan Pembakar Mayat di Bantul Ternyata Pasangan Kumpul Kebo

Anggota Polres Bantul menunjukkan barang bukti yang dipakai pelaku membakar jasad korban, saat gelar perkara di Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Dua orang tersangka pembakaran mayat I Gede Suka Negara (52) yang ditemukan di Bumi Perkemahan Karanganyar Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Bantul, ternyata seorang ibu NR (32) dan JR (12), anaknya yang masih pelajar. Korban dan kedua pelaku selama ini tinggal dalam satu rumah tanpa ada hubungan pernikahan (kumpul kebo).

“Kami amankan dua orang pelaku. NR adalah ibu dari JR,” kata KBO Reskrim Polres Bantul Iptu Muji Suharso di halaman Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018).

Ketiga orang ini tinggal di Tahunan, Imbulharjo, Yogyakarta, sejak satu setengah tahun lalu. Namun korban ber-KTP Bali sedangkan NR ber-KTP Umbulharjo. JR merupakan anak kandung dari NR, bukan dari hubungan dengan korban.

BACA JUGA:

Kasus Mayat Terbakar di Bantul Terungkap, Ini Ternyata Ceritanya

Mayat Pria Ditemukan di Bantul, Ada Luka Bakar di Wajah dan Kelamin

Selama ini mereka tinggal dan bekerja serabutan. NR menjadi sales sedangkan korban bekerja sebagai buruh di toko material bangunan. “Untuk tersangka NR kami tahan di LP Wirogunan khusus perempuan,” tuturnya.

Muji memastikan saat proses pembakaran, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya korban sakit dan pernah dirawat di RS Harjolukito. Namun karena keterbatasan anggaran, akhirnya dibawa pulang dan meninggal dunia.

“Rencananya korban ini akan dikremasi, tetapi hanya membawa 3 liter pertalite,” ujarnya.

Korban dibawa dengan sepeda motor dan dibungkus menggunakan kasur. Mereka memilih lokasi ini karena sebelumnya JR pernah berkemah di tempat ini. Begitu tiba, mereka langsung menuangkan pertalite dan membakar pada bagian wajah, selangkangan dan kaki JR.

“Setelah membakar JR, mereka pergi karena hanya tiga liter pertalitenya, mayatnya masih lengkap,” katanya.

Atas perbuatan mereka, polisi akan menjerat keduanya dengan pasal 170 melakukan kekerasan bersama jo 181 KUHP tentang membawa mayat dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.


Editor : Maria Christina