KPU Gunungkidul Coret Ketua DPC Gerindra dari Daftar Caleg Tetap

Kuntadi ยท Rabu, 20 Februari 2019 - 22:31 WIB
KPU Gunungkidul Coret Ketua DPC Gerindra dari Daftar Caleg Tetap

Ilustrasi Pemilihan Umum. (Foto: Okezone)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencoret Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono dari daftar caleg tetap (DCT) pada pemilu April nanti.

Ini dilakukan menyusul putusan pengadilan Sleman yang menyatakan Wakil Ketua DPRD Gunungkidul ini bersalah menggunakan kendaraan dinas untuk menghadiri kampanye. Selain itu, Ngadiyono juga diduga menggunakan kendaraan dinas untuk bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di salah satu hotel di Kabupaten Sleman.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pencoretan ini dilakukan setelah rapat pleno KPU Gunungkidul yang dilaksanakan, Rabu (20/2/2019) siang.

“Mendasarkan pada Surat Edaran (SE) KPU RI dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, caleg yang terbukti melanggar tindak pidana pemilu maka akan dicoret dalam DCT. Kalau pidana umum dan tidak dipenjara itu tidak dicoret. Tapi kalau pidana Pemilu, sanksinya memang dicoret,” kata Ahmadi, Rabu (20/2/2019).

Ahmadi menjelaskan, Surat Keputusan KPU Gunungkidul terkait pencoretan Ngadiyono ini telah diterbitkan dan diserahkan kepada yang bersangkutan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya mengenai surat tersebut kepada Ngadiyono apakah mau diterima atau memilih jalur hukum.

"Karena memang ada hak Ngadiyono untuk menempuh proses lanjutan berupa pengajuan sengketa di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Proses pengajuan sengketa ini sendiri bisa diajukan maksimal tiga hari kerja dari penyampaian SK," katanya.

Dia mengatakan, keputusan KPU Gunungkidul ini bukanlah untuk mencekal Ngadiyono yang kini menjadi Ketua DPC Gerindra, namun untuk menjalankan amanat undang-undang.

Sementara itu, Ngadiyono kepada wartawan mengaku sudah mendapatkan informasi tentang keputusan KPU yang mencoretnya dari pencalegan. Atas putusan ini, pihaknya akan melakukan gugatan ke bawaslu. “Besok kami akan koordinasi dengan tim partai dari provinsi dan pusat untuk menetapkan langkah selanjutnya,”ucapnya.

Ngadiyono mengaku kaget dengan putusan KPU Gunungkidul. Diapun merasa menjadi korban ketidakadilan. Sebab kasus serupa juga terjadi di Sragen dan di Bantul. Namun di sana tidak ada sanksi sampai pencoretan caleg dari DCT.

Pada Senin (4/2/2019) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman memvonis Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Ngadiyono bersalah atas perkara pidana pemilu penggunaan kendaraan dinas dalam kunjungan Capres 02 Prabowo Subianto ke Hotel Prima SR, Sleman pada Rabu (28/11).

Ngadiyono divonis hukuman dua bulan kurungan dengan masa percobaan selama empat bulan dan denda sebesar Rp7,5 juta. Vonis hakim terhadap Ngadiyono tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut tiga bulan penjara dan denda Rp10 juta.


Editor : Himas Puspito Putra