Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Decardia untuk Pantau Risiko Kardiovaskular

Kuntadi ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:25 WIB
Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Decardia untuk Pantau Risiko Kardiovaskular

Aplikasi Decardia yang diciptakan mahasiswa UGM untuk memantau risiko penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes. (Foto: IST)

YOGYAKARTA, iNews.id – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menciptakan aplikasi untuk memantau risiko penyakit kardiovaskular atau berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah pada pasien diabetes. Alat yang diberi nama Decardia ini diciptakan karena tingginya kasus diabetes di Indonesia dan tidak sedikit yang berujung kematian.

Alat ini diciptakan tiga mahasiswa UGM, yakni Andri Cipta dan Nadhifah Azzahrah Yumna yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), serta Muhammad Nabhan Naufal dari Fakultas Teknik (FT).

Andri mengatakan, aplikasi Decardia membantu deteksi dini yang sangat penting untuk mengetahui tingkat risiko kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

“Deteksi dini ini penting karena kasus di Indonesia cukup tinggi. Bahkan, sampai menyebabkan kematian. Dengan deteksi dini ini bisa menjadi sarana antisipasi dan penanganan agar risiko tersebut dapat diturunkan dan dikendalikan,” kata Andri Cipta, Selasa (13/8/2019).

BACA JUGA:

Mahasiswa UGM Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Lindungi Pasar Tradisional, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi OkeSayur

Andri mengatakan, aplikasi ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta yang akan diperlombakan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Aplikasi Decardia yang dikembangkan dilengkapi dengan fitur seperti panduan penggunan, perhitungan risiko, serta edukasi.

Sementara cara kerjanya cukup sederhana. Pengguna cukup memasukkan beberapa aspek data penilaian berupa jenis kelamin, usia, kadar kolesterol, tekanan darah, dan status merokok atau tidak. Selanjutnya, data akan diolah oleh sistem sehingga muncul besaran risiko kardiovaskular.

Besaran risiko dibagi menjadi empat kategori, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Setelah mengetahui besaran risikonya, aplikasi akan memunculkan edukasi kesehatan guna mengendalikan risiko tersebut.

“Aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan. Harapan kami nantinya dapat segera dirilis di Play Store ataupun App Store sehingga dapat membantu dalam menurunkan serta mengendalikan risiko kardiovaskular penderita diabetes,” kata Nabhan Naufal.


Editor : Maria Christina