Malam Hari, Guguran Lava 500 Meter Meluncur dari Gunung Merapi

Heru Trijoko ยท Sabtu, 05 Januari 2019 - 22:04 WIB
Malam Hari, Guguran Lava 500 Meter Meluncur dari Gunung Merapi

Guguran lava meluncur dari Gunung Merapi, Sabtu malam (5/1/2019). (Foto: Twitter BPPTKG)

YOGYAKARTA, iNews.id – Gunung Merapi terpantau meluncurkan guguran lava pada Sabtu (5/1/2019) pukul 20.45 WIB. Jarak luncur guguran lava mencapai 500 meter dengan durasi 54.28 detik ke arah hulu Kali Gendol. Hingga kini, Merapi masih berstatus Waspada atau Level II.

Informasi ini disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan kondisi ini, untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian di gunung api itu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

“Sampai sekarang, tingkat aktivitas gunung ini masih berstatus Waspada atau Level 2,” kata BPPTKG dalam akun Twitter resminya.


BACA JUGA: Malam Ini, Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 1,2 Km ke Kali Gendol


Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebelumnya kembali melontarkan guguran lava pijar pada Jumat (4/1/2019) malam pukul 21.01 WIB. Kali ini, lontaran lava pijar berjarak luncur hingga 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.

Hasil analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi periode 27 Desember-3 Januari 2018 yang dirilis BPPTKG menyebutkan bahwa volume kubah lava mencapai 415.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.800 meter kubik per hari.

Sementara itu, pantauan iNews, aktivitas warga di Desa Lereng Merapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, hingga Sabtu siang, masih berjalan seperti biasanya. Para warga tetap tenang mengingat status Gunung Merapi masih Wapada atau di level II. Mereka baru akan mengungsi jika status gunung merapi dinaikkan ke level III Siaga atau level IV Awas.

Salah satu warga Lereng Merapi yang juga peternak sapi, Subarjo mengatakan, dia dan warga lainnya sudah terbiasa dengan kondisi Gunung Merapi sehingga tak begitu khawatir dengan adanya luncuran lava pijar. Apalagi hingga saat ini belum ada peningkatan status atau perintah untuk mengungsi dari instansi terkait.

Kendati situasinya masih aman, Subarjo bersama dengan warga Merapi lainnya akan terus memantau perkembangan gunung Merapi melalui alat komunikasi HT yang terkoneksi dengan Pos Pemantauan Gunung Merapi dan juga BPPTKG Yogyakarta.
 
”Kalau ada informasi HT, dulu yang punya kan perangkat desa saja. Kalau sekarang hampir semua warga bawa HT. Jadi, kalau ada informasi waspada dikosongkan, ya harus nurut. Ada juga pos ronda untuk memantau Gunung Merapi,” kata Subarjo.


Editor : Maria Christina