Mall Pelayanan Publik Hadir di Kulonprogo

Kuntadi ยท Jumat, 28 Desember 2018 - 15:02 WIB
Mall Pelayanan Publik Hadir di Kulonprogo

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, meninjau Mall Pelayanan Publik. (Foto: Istimewa).

KULONPROGO, iNews.id – Mall Pelayanan publik kini hadir di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Setidaknya ada 221 layanan dan perizinan dari 21 instansi pemerintahan daerah.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, hadirnya mall ini diharapkan dapat memberi kemudahan pada masyarakat yang ingin mengurus pelayanan publik.

"Prinsipnya adalah percepatan dan penyederhaan layanan, jadi coverage lebih luas," kata Hasto dalam peluncuran Mall Pelayanan Publik Kabupaten Kulonprogo, DIY, Jumat (28/12/2018).

BACA JUGA: Setahun, Mall Pelayanan Publik DKI Jakarta Layani 47.163 Pemohon

Menurut dia, indikator keberhasilan pembangunan di daerah adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semua diawali dari suksesnya urusan-urusan perizinan pengusaha.

"Tidak kalah penting adalah integrasi pelayanan ini bebas dari korupsi," ujar dia.

Pelayanan yang ada, bisa diakses masyarakat secara online, dengan terintegrasi sistem OSS (Online Single Submisision). Selain itu, dapat datang langsung (offline) ke lokasi.

Untuk itulah, Hasto meminta agar pelayanan yang ada bisa dikembangkan, dan terbuka dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

"Jangan sampai akses pelayanan terhenti karena ada masalah. Begitu juga dengan kebutuhan SDM sudah bisa diatasi dengan mekanisme pengangkatan tenaga kontrak," kata dia.

BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Segera Bangun Gedung Mal Pelayanan Publik

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Wilayah III, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Damayani Setiastiyanti mengatakan, program mall ini sebetulnya sudah dirancang sejak 2017 lalu.

Pada tahun itu sudah ada tiga kota yakni di Jakarta, Surabaya dan Banyuwangi. Kemudian di 2018 dari target 15 kabupaten/kota baru setengahnya yang berjalan.

"Kulonprogo ini yang kesebelas dan pertama di Jawa Tengah serta DIY," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal