Menag Tegaskan Pentingnya Menjaga Moderasi Beragama di Tanah Air

Antara ยท Senin, 04 Maret 2019 - 15:12 WIB
Menag Tegaskan Pentingnya Menjaga Moderasi Beragama di Tanah Air

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: ANTARA)

YOGYAKARTA, iNews.idMenteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan pentingnya moderasi beragama di Tanah Air. Dia pun meminta seluruh Perguruan Tinggi Islam di Indonesia menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengembangkan prinsip moderasi dalam beragama.

“Moderasi dalam beragama adalah suatu yang niscaya. Cara kita beragama berorientasi pada aktualisasi dari pemahaman Islam tetap bisa dijaga di jalur yang moderat, tidak berlebihan, tidak ekstrem,” kata Menteri Lukman saat meresmikan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (4/3/2019).

Menurut Menag, moderasi beragama perlu terus digaungkan mengingat fenomena disrupsi saat ini tidak hanya menyentuh aspek teknologi, melainkan telah merambah pada persoalan agama. Dengan adanya disrupsi agama, agama yang sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan justru disalahgunakan untuk merendahkan sesama manusia.

“Tidak hanya melontarkan ucapan yang bertolak belakang dengan ajaran agama, tetapi diwujudkan dalam bentuk kekerasan atas nama agama serta merendahkan, bahkan meniadakan eksistensi sesama manusia. Ini terjadi di banyak belahan dunia,” katanya.

BACA JUGA:

Menag Nilai Mencaci Maki Atas Nama Agama Justru Menipu Ajaran Islam

Di Konferensi FKUB, Menteri Agama Ajak Umat Ciptakan Pemilu Damai

Menghadapi tantangan itu, dia meminta seluruh Perguruan Tinggi Islam baik UIN, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), maupun Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) konsisten memelihara kualitas kehidupan Islam. Tidak hanya di Tanah Air, namun juga di level dunia.

Menag mengatakan, perguruan tinggi Islam juga harus mampu mengajarkan cara beragama dengan dilandasi rasa. Tanpa memiliki rasa, beragama menjadi sangat formalistik, kaku, cenderung fragmentatif, dan tidak memanusiakan manusia sehingga melenceng dari watak dasar agama itu sendiri.

“Maka sekali lagi saya meminta perguruan tinggi Islam bisa lebih proaktif merespons kenyataan seperti ini. Saya ingin titipkan bagaimana secara bersamaan kita mengembangkan rasa karena saya merasakan kita beragama tidak hanya kekurangan, namun kehilangan rasa,” katanya.

Lukman lebih lanjut mengatakan, pemerintah selama ini telah secara serius dan fokus mengembangkan lembaga-lembaga pendidikam Islam di Tanah Air. Peresmian Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga tersebut menjadi bukti bahwa selama ini pemerintah tidak abai terhadap pengembangan kehidupan Islam.

“Kabar yang selama ini diangkat oleh beberapa pihak yang mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki komitmen terhadap pengembangan kehidupan kegamaan, apalagi kehidupan Islam, itu sama sekali tidak benar,” katanya.


Editor : Maria Christina