Mendikbud Minta Anak-Anak Korban Gempa Palu Tetap Sekolah

Kuntadi ยท Rabu, 03 Oktober 2018 - 16:54 WIB
Mendikbud Minta Anak-Anak Korban Gempa Palu Tetap Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy. (Foto: Dok.iNews.id)

SLEMAN, iNews.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilanda gempa dan tsunami tetap berjalan meski gedung sekolah rusak dan ambruk.

Menurut Muhadjir, anak-anak yang menjadi korban tetap harus sekolah, apa pun kondisinya. Kementerian segera menyalurkan tenda untuk sekolah darurat sesuai dengan standar Unicef. “Anak-anak akan kita siapkan dan bantu peralatan sekolah, guru akan kita motivasi agar kembali mengajar,” kata Mendikbud di sela-sela menghadiri Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 di Sahid J-Walk Mall, Sleman, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya, ada tiga tahapan yang harus dilaksanakan agar siswa bisa kembali ke sekolah. Pertama, saat ini para siswa harus sudah kembali sekolah dan belajar meski di bawah tenda, kedua, proses pombangunan sekolah darurat yang akan ditangani Kementerian PUPR, dan ketiga, membangun kembali sekolah baru. “Meski gempa sekolah harus jalan. Jangan sampai anak tertinggal sekolah dan mental mereka down,” ujarnya.

BACA JUGA: Mendikbud: 2.738 Sekolah Rusak dan 20.000-an Guru Terdampak Gempa Palu

Muhadjir mengatakan, anak-anak juga akan didampingi oleh tim trauma heeling agar melupakan bencana. Saat ini, sebagian tim Kemdikbud di Lombok sudah ditarik untuk ditempatkan di Palu. Mereka ini akan mendampingi anak-anak agar kembali sekolah, agar tidak keenakan libur panjang.

Sebab, tidak mudah untuk mengembalikan anak-anak kembali ke sekolah. Apalagi untuk siswa kelas satu dan dua akan menjadi pekerjaan sendiri. “Siswa harus diberikan kegiatan rekreatif untuk pulihkan kondisi psikologis. Yang penting sekolah dulu,” ucapnya. 


Editor : Kastolani Marzuki