Menpar: Bandara YIA Pintu Masuk Wisman ke Destinasi Wisata Candi Borobudur

Kuntadi ยท Jumat, 23 Agustus 2019 - 14:25 WIB
Menpar: Bandara YIA Pintu Masuk Wisman ke Destinasi Wisata Candi Borobudur

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Badan Otoritas Borobudur saat mengunjungi Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, Jumat (23/8/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airpot/YIA) akan menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Candi Borobudur, yang merupakan destinasi wisata super prioritas. Hal ini diungkapkannya dalam kunjungan kerja bersama Badan Otoritas Borobudur di Bandara YIA, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Jumat (24/8/2019).

Pantauan iNews.id, rombongan Menpar diterima Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi beserta pejabat Bandara YIA. Awalnya rombongan mendapat penjelasan teknis, kemudian melanjutkan kunjungan lapangan ke terminal bandara.

“Kunjungan ini untuk melihat kesiapan bandara dalam menyambut kunjungan wisatawan yang hendak ke kawasan Candi Borobudur. Ini merupakan tindaklanjut dari rapat bersama Presiden untuk menuntaskan infrastruktur dan utilitas dasar,” kata Arief Yahya.

BACA JUGA: Menpar Sebut Pariwisata Raja Ampat Papua Barat Tak Terpengaruh Aksi Unjuk Rasa

Menurutnya, infrastruktur dasar ini meliputi kesiapan jalan dan akses transportasi pendukung. Termasuk bandara sebagai pintu masuk wisman. Selain juga aspek utilitas dasar lainnya seperti ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan internet.

Arief mengungkapkan, Bandara YIA ini diprediksikan akan menjadi solusi atas terbatasnya wisatawan yang masuk di Yogyakarta. Bahkan bandara ini sudah dapat dioperasionalkan sebelum 2020. Dan pada Oktober mendatang, sudah bisa full operational-nya.

“Jadi tidak harus sampai akhir 2020, sekarang sudah tidak sampai 10 persen,” katanya.

Menurutnya, untuk mendukung Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata super prioritas, diperlukan dukungan anggaran hingga Rp2,1 triliun. Di mana dana senilai Rp1,5 trilun akan ditanggung Kementerian PUPR untuk menyiapkan akses dari airport ke Borobudur. Padahal sebelumnya, alokasi dana ke Borobudur hanya sekitar Rp300 miliar.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mendorong promosi dan pemasaran Bandara YIA digencarkan. Kementerian telah sepakat untuk bersinergi bersama Garuda dalam menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya dalam mengakomodir charter flight. Selain itu juga sinergitas melalui Integrated Tourism Master Plant (ITPM).

“Bandara ini akan menjadi akses wisata Borobudur,” tuturnya.

Sementara Direktur PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, saat ini perkembangan pembangunan YIA mencapai 74 persen. Bandara ini sudah siap menampung kedatangan turis mancanegara yang selama ini terkendala padatnya penerbangan di Bandara Adisutjipto.

Beberapa maskapai juga tertarik untuk membuka rute penerbangan dari Cina, Australia dan Timur Tengah. Bahkan promosi terus digencarkan di beberapa negara.

Otoritas bandara juga memberi banyak promosi, seperti free landing fee bagi maskapai untuk enam bulan penerbangan. Dan selebihnya akan diberikan diskon hingga 50 persen.

"Kami siap beri kemudahan dengan memberikan diskon dan akses,” ujar Faik.


Editor : Donald Karouw